Beranda Aneka Ragam

Merawat Bahagia itu Penting

Judul Buku                : Merawat Bahagia, Sebuah Rampai Renungan Untuk Menemukan Kembali Apa Yang Paling Penting Di Tengah Ruwetnya Hidup

Penulis                        : Adjie Santosoputro

Penerbit                      : Metagraf (Creative Imprint of Tiga Serangkai)

Tahun Terbit             : 2018

Jumlah Halaman       : xvi + 176 halaman

Bahasa                        : Indonesia

Resensiator                : Nurul Pratiwi

 

Adjie Santosoputro, lulusan cum laude Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang merupakan penulis buku laris Sejenak Hening, kembali menerbitkan karyanya berjudul “Merawat Bahagia, Sebuah Rampai Renungan Untuk Menemukan Kembali Apa Yang Paling Penting Di Tengah Ruwetnya Hidup”.

Buku ini menyajikan beberapa daftar renungan untuk kita sebagai manusia yang penuh khilaf dan banyak sekali pekerjaan agar tetap hidup bahagia di tengah ruwetnya kehidupan. Dalam daftar renungan itu terselip beberapa ilustrasi pengalaman Adjie Santosoputro dalam kehidupannya sehari-hari. Buku ini juga menyajikan ilustrasi masalah-masalah dalam kehidupan dan bagaimana solusi terbaiknya agar kita tetap bahagia di tengah hiruk pikuk kehidupan kita sebagai manusia, salah satu makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang diberikan akal sehat, bukan hanya insting (naluri).

“Melatih Keheningan”,”Menyadari Napas”, dan “Melatih Otot Syukur” adalah kata yang sangat menarik di dalam buku ini. Di dalam buku ini, kita sebagai manusia diminta untuk melatih keheningan dan menyadari napas, walaupun kita sebagai manusia sangat sibuk dengan pekerjaan atau dengan kegiatan lainnya. Dalam buku ini disebutkan bahwa “Melatih Keheningan” dan “Menyadari Napas” adalah cara paling pertama untuk  “Merawat Bahagia” itu sendiri. Tak hanya itu, dalam hidup ini kita juga diminta untuk melatih otot syukur agar hidup bahagia.

Bagian yang paling membosankan dalam buku ini adalah bagian yang menceritakan tentang kehidupan yang berbau cinta, terkhususnya tentang jodoh. Dalam bagian yang membicarakan tentang jodoh ini, muncul pertanyaan di sana. “Gimana caranya nemuin jodoh yang bikin bahagia?”. Ini adalah pertanyaan yang cukup wajar, tetap setelah ditilik kembali, pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sangat konyol dan menyebalkan. Tentunya, yang mampu membuat kebahagiaan memiliki jodoh yang ditunggu itu adalah  kita sendiri. Kemudian, bagian yang membahas tentang tak bahagianya seseorang karena istrinya kurang begini atau kurang begitu. Di dunia ini, tentunya semua manusia tak ada yang sempurna. Kita yang sama-sama “manusia” dengan pasangan hidup tentu harus menerima kekurangan dan kelebihan pasangan hidup kita.

Adjie mengemas buku ini sangat menarik dengan judul-judul per bagiannya yang unik, hingga dapat mengundang rasa penasaran pembaca tentang apa yang akan dibahas di bagian itu. Kemudian, ia juga mengemas buku ini tidak hanya dengan tulisan saja, melainkan juga ada ilustrasi sebagai batas antara bagian yang satu dengan bagian lainnya. Buku ini tidak hanya kertas buku dan novel yang berwarna krem seperti biasanya, tetapi juga ada kertas berwarna hijau yang dilengkapi dengan kata-kata mutiara yang indah. Sampul depan buku ini juga unik, berwarna putih dan di sana tertera tulisan “Merawat Bahagia” dengan ukuran yang lumayan besar dan tulisan itu dilapisi dengan tinta perak, serta sampul belakang yang menampilkan sinopsis buku dan ilustrasi wajah seorang Adjie Santosoputro. Selanjutnya, bahasa buku ini juga mudah dipahami pembaca, tidak membuat pembaca berpikir berkali-kali untuk memahami apa pesan yang disampaikan oleh Adjie.

Sayangnya, buku ini hanya menjelaskan ilustrasi masalah-masalah yang sering terjadi dalam kehidupan hanya melalui tulisan, bukan melalui gambar. Kemudian, buku ini juga memberikan solusi masalah hanya dari sudut pandang psikologi, bukan dikombinasikan dengan ilmu agama. Alangkah lebih baik bila dikombinasikan psikologi dengan ilmu agama. Selanjutnya, sampul depan buku ini yang bertuliskan “Merawat Bahagia” yang dilapisi tinta perak sangat mudah luntur saat buku itu sering dibawa dan dipegang.

Ditilik secara keseluruhan, buku ini cukup bagus untuk perbaikan diri kita ke arah yang lebih  baik dan cocok untuk pembaca yang menyukai buku self improvement dan motivasi. Buku ini sangat memotivasi kita sebagai manusia untuk meraih kebahagiaan, dan membuktikan bahwa merawat bahagia di tengah hingar bingar kehidupan yang membuat kita sebagai manusia terkadang menjadi robot, bekerja tanpa istirahat, dan membuat kita lupa untuk bahagia itu penting. Sungguh, buku ini berhasil membuat membaca tertohok, sebab dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Selamat membaca!

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here