Beranda Berita Merajut Kebersamaan dalam Inaugurasi Peternakan 2017

Merajut Kebersamaan dalam Inaugurasi Peternakan 2017

Penampilan ragam andaleh dalam Inaugurasi Faterna, Sabtu (11/11/2017) di Taman Budaya Padang. (Foto: Uswatun Hasanah)

gentaandalas.com- Fakultas Peternakan (Faterna) Universitas Andalas (Unand) kembali adakan pagelaran seni bernama Inaugurasi Faterna 2016, Sabtu (11/11/2017) di Taman Budaya Padang. Tidak hanya mahasiswa Peternakan Kampus I Unand, namun acara ini juga dimeriahkan oleh mahasiswa Peternakan Kampus II Payakumbuh.

Acara ini mengusung tema Merajut Kebersamaan dalam Bingkai Keluarga Faterna 2016 (Mekar F’16). Ketua inaugurasi Darul Iksan Asril Desi, mengatakan makna dari tema yang diangkat adalah untuk merajut kebersamaan.

Dekan Faterna Unand, James Hellyward mengaku sangat mengapresiasi acara ini. “Saya merasa surprise, karena dalam kesibukan persiapan menghadapi UAS, kegiatan ekstrakurikuler tetap mampu dilaksanakan. Saya memberikan apresiasi untuk itu,” ungkapnya.

Beberapa rangkaian acara dalam inaugurasi ini, yaitu bucket drum, dance, baby pompomboys, shadow theater, dan ragam andaleh. Tidak hanya itu, ada juga penampilan spesial dari bintang tamu, yaitu Orkes Taman Bunga. Salah satu dari rangkaian acara tersebut yang berhasil menarik perhatian penonton adalah ragam andaleh.

Ragam andaleh sendiri adalah gabungan dari beberapa tarian khas Sumatera, seperti tari pasambahan dan tari piring dari Sumatera Barat, tari saman dari Aceh, tari tor-tor dari Sumatera Utara, dan tarian melayu dari Pekan Baru, Riau. Penampilan yang dibuka dengan mini drama minang ini merupakan persembahan dari mahasiswa Peternakan Kampus II Payakumbuh.

Salah satu mahasiswa Kampus II Payakumbuh bernama Patria Pradana mengungkapkan bahwa tarian ragam andaleh ini merupakan gambaran kehidupan mahasiswa Peternakan Kampus II Payakumbuh yang berasal dari berbagai daerah. “Kami mengangkat penampilan ini untuk menggambarkan kehidupan di Kampus II. Jadi, ibaratnya sesuatu yang beragam itu dijadikan satu kesatuan dalam penampilan kita ini,” ujarnya.

Selain ragam andaleh, penampilan shadow theater juga mampu menyita perhatian pengunjung. Shadow theater merupakan penampilan teater berupa bayangan atau siluet manusia yang ditampilkan di balik layar. Penampilan ini menceritakan tentang gaya hidup remaja zaman sekarang yang mudah terpengaruh oleh pergaulan yang negatif.

Pemain shadow theater, Syofiani menyatakan bahwa penampilan shadow theater kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “Tahun ini kami menggunakan gambar animasi bergerak sebagai latar dari siluetnya, sedangkan tahun lalu hanya menggunakan gambar mati atau tidak bergerak,” ungkapnya.

Baca juga: Bingkai Inagurasi Peternakan 2017

Reporter: Fajar Suci dan Nisa Ulfikriah

Editor : Suci Addina Islamy

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here