Home Gentainment Karya Calon Anggota

Menuju AUN-QA 2020, FH Unand Gencar Lakukan Persiapan

Salah seorang mahasiswi sedang duduk di bangku depan FH Unand, Senin (29/7/2019). (Foto: Geliz Luh Titisari)

gentaandalas.com- Fakultas Hukum Universitas Andalas (FH Unand) gencar melakukan berbagai persiapan dalam mengejar status AUN-QA yang digadang-gadang tercapai tahun 2020 mendatang. Beberapa persiapan yang telah dilakukan yaitu memperbaiki mutu pendidikan juga memperbanyak hubungan kerjasama dengan pihak luar.

Wakil Dekan I FH Unand Ferdi mengatakan salah satu bentuk kerjasama FH adalah melakukan studi banding ke universitas di luar Unand, baik itu di dalam maupun luar negeri. Beberapa universitas yang telah dikunjungi yaitu Universitas Gajah Mada dan Universitas Brawijaya yang telah berstatus AUN-QA serta Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran yang juga memiliki sertifikasi internasional.

“Tidak sampai di sana saja. Beberapa universitas luar negeri juga telah dikunjungi mulai dari Universitas Malaya di Malaysia sampai University of Melbourne di Australia,” kata Ferdi di Gedung FH Unand, Senin (29/7/2019).

Ferdi menjelaskan, kerjasama dalam bentuk lain juga akan ditunjukkan FH setelah berencana untuk membuka kelas pengajaran jarak jauh berbasis video (conference video). Hal ini memungkinkan pembelajaran di Unand akan terkoneksi secara bersamaan dengan pembelajaran mahasiswa di universitas lain dalam waktu  bersamaan.

Kemudian, lanjut Ferdi, persiapan dalam perbaikan mutu pendidikan sekaligus mutu pelajar juga dilakukan dengan diadakannya pelatihan keterampilan untuk mahasiswa FH Unand. Mereka dilatih bagaimana cara membuat undang-undang, menyusun naskah akademik sebuah undang-undang, cara bernegosiasi dan masih banyak lagi.

Ferdi mengungkapkan, saat ini FH juga telah mempunyai kelas keterampilan moot court (peradilan semu). Dalam kelas ini mereka dituntut untuk berkuliah sekaligus menerapkan ilmu yang diperolehnya dengan simulasi menjadi seorang hakim, jaksa, ataupun pengacara dalam perkara persidangan tingkat internasional.

“Kelas keterampilan moot court ini seperti International Moot Court of Justice yang ada di Den Haag, Belanda,” ungkap Ferdi.

Lalu, Ferdi mengatakan kelas ini telah melahirkan banyak mahasiswa yang diikutsertakan dalam lomba peradilan semu di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bali, dan Yogyakarta. Peserta yang lolos seleksi juga akan mengikuti seleksi selanjutnya yang bertempat di New York.

Selain pelatihan keterampilan, jelas Ferdi, dalam perbaikan mutu pendidikan FH Unand juga mengikutsertakan mahasiswanya dalam program Credit Earning. Sistem program Credit Earning yang dijalankan FH juga membuahkan hasil yang manis setelah diberangkatkannya lima mahasiswa FH untuk melakukan pertukaran mahasiswa ke Belanda, Jepang, Polandia, dan Yugoslavia. Pertukaran mahasiswa yang berlangsung dalam rentang waktu dua bulan ini diikuti oleh mahasiswa S1 FH Unand angkatan 2017 sebanyak dua orang dan angkatan 2018 sebanyak tiga orang.

Untuk ke depannya, Ferdi berharap FH Unand bisa menerima mahasiswa baru dari berbagai negara. Dengan begitu, FH Unand dapat dikenal luas oleh dunia.

“Baru-baru ini kami menerima mahasiswa pertukaran pelajar dari Madagaskar. Saya harap negara-negara lain juga akan menyusul,” harap Ferdi.

Reporter : Geliz Luh Titisari dan Efi Fadhilah

Editor : Nurul Pratiwi

NO COMMENTS

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here