Beranda Berita Meningkatkan Produktivitas Pertanian Melalui Pelatihan Kelompok Tani Lima Puluh Kota

Meningkatkan Produktivitas Pertanian Melalui Pelatihan Kelompok Tani Lima Puluh Kota

Salah seorang peserta sedang menghaluskan salah satu bahan dalam pelatihan di depan Aula eks BP4K Tanjung Pati Kabupaten Lima Puluh Kota, kamis (4/1/2018). (Foto: Metria Indeswara)

gentaandalas.com- Kegiatan peningkatan produktivitas dan mutu produk perkebunan, produk pertanian pada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2017 bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada kelompok tani se-Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan yang membahas bagaimana bercocok tanam serta mengendalikan hama pada insektisida nabati daun tembakau dilaksanakan di Aula eks BP4K Tanjung Pati Kabupaten Lima Puluh Kota, kamis (4/1/2018).

Dosen Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Yulensri yang hadir dalam kegiatan menjelaskan pengolahan tembakau sebaiknya menggunakan bahan-bahan limbah yang dapat dimanfaatkan dan mempunyai nilai kandungan protein yang baik. Sebagai petani yang cerdas, kata Yolensri, jangan selalu bergantung pada bahan kimia, karena akan menimbulkan dampak pada struktur tanah yang menyebabkan kerusakan.

“Kita sedapat mungkin bisa memanfaatkan hasil alam untuk dijadikan pupuk dari tanaman, selain menjaga struktur tanah juga menjaga alam dari bahan kimia, karena dampaknya dapat bermacam-macam,” tutur Yulensri.

Yulensri mengatakan, bahan yang dapat dimanfaatkan salah satunya, serbuk daun pacar cina sebagai bioinsektisida untuk hama kedelai, bahan ini sangat efektif untuk Nezara viridula, Ripthortus liniaris, Spodoptera litura dan Helicoverva armigera, bahan ini mortalitas hamanya mencapai 80%.

“Cara pembuatan bahan ini cukup mudah, cukup menyediakan 50 gram daun pacar cina sampai menjadi serbuk halus, kemudian serbuk direndam selama 24 jam dalam satu liter air, ditambah satu gram deterjen, kemudian larutan tersebut disaring dan siap disemprot pada tanaman,” ujarnya.

Kemudian pada pestisida nabati, lanjut Yulensri, limbah tembakau juga dapat digunakan, hanya perlu dipersiapkan tembakau sebanyak 250 gram, bawang putih lima siung yang telah diblender dan ditambah deterjen sebanyak dua sendok dan direndam selama satu malam.

Banyak bahan alam yang dapat digunakan, kata Yulensri, untuk menambah kualitas tanaman agar pertumbuhannya baik dan memiliki nilai jual yang tinggi. Seperti serbuk biji mimba sebagai bioinsektisida untuk hama kedelai, serbuk biji srikaya untuk mengendalikan hama kedelai, biopestisida umbi gadung, bioinsektisida biji jarak, biopestisida serbuk bunga piretrum, bioinsektisida daun pepaya dan masih banyak bahan alam lainnya.

“Asalkan kita kreatif dalam menggunakan bahan alam, kita pasti akan meraup keuntungan yang besar serta dapat mengendalikan hama yang ada pada tanaman, tergantung kemauan dan kreatifitas,” tuturnya.

Pelatihan ini juga dilanjutkan dengan praktek pengolahan dari bahan-bahan alam yang telah disampaikan, pada kegiatan ini. Salah satu anggota kelompok tani, Padli merasa senang telah mengikuti pelatihan ini. Ia mengatakan sebelumnya pada ladang pertaniannya selalu mengandalkan bahan kimia dan tidak pernah menggunakan bahan alami dari alam.

“Saya bersyukur bisa menjadi salah satu peserta dalam pelatihan ini, karena menambah pengetahuan tentang bagaimana cara mengendalikan hama serta cara memanfaatkan bahan alam,” katanya.

Reporter : Metria Indeswara

Editor      : Endrik Ahmad Iqbal

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here