Beranda Aneka Ragam

Membawa Pesan Optimis Lewat Mariposa

Identitas Film 
Judul : Mariposa
Sutradara : Fajar Bustami
Produser : Chand Parwez Servia, Frederica
Genre : Remaja, komedi, dan roman
Durasi : 118 menit
Tanggal Rilis : 12 Maret 2020
Resensiator : Tiwi Veronika

Padang, gentaandalas.com- Sutradara Fajar Mustomi kembali berhasil menyajikan film anak remaja yang dikemas dengan penuh jenaka dan berwarna. Film ini menceritakan tentang sepasang anak remaja pintar yang belajar di sekolah swasta dengan memakai seragam yang cantik dan berbeda dengan seragam anak SMA pada umumnya. Acha yang diperandan oleh Adhisty Zara digambarkan sebagai sosok gadis yang memiliki paras cantik, centil, percaya diri, dan jago kimia. Bertolak belakang dengan Iqbal yang diperankan oleh Angga Aldi Yunanda yang memiliki pribadi yang cuek, introvert, dan dingin.

Acha yang berasal dari keluarga bahagia membuatnya selalu ceria dan pantang menyerah. Berbeda dengan Iqbal, sikap sang ayah tentu membawa beban bagi kehidupannya. Ayah yang berambisi anaknya bisa kuliah beasiswa di University Medical Center Hamburg-Eppendorf (UKE).
Film ini diawali dengan tingkah Acha (siswa pindahan) secara mengejutkan memberanikan diri mendatangi Iqbal di kantin sekolah untuk meminta nomor Iqbal. Entah apa yang ada dipikiran Acha, tanpa pantang mundur ia tetap saja mendekati Iqbal yang terus mencoba menjahuinya.

Pemain film Mariposa ini memerankan karakter dengan sangat apik. Akting Angga Aldi Yunanda dan Adhisty Zara untuk kali keduanya dipasangkan telihat semakin matang dan benar-benar menjiwai peran sesuai dengan karakter pada novelnya. Efek visualisasi merah muda dan biru selalu ditonjolkan sehingga memanjakan mata dan membuat manisnya jalan cerita.

Adegan semakin seru ketika Acha terpilih 1 tim bersama Iqbal (jago Fisika), dan Juna (jago matematika) untuk mewakili sekolahnya dalam ajang olimpiade sains tingkat nasional. Dalam upaya mendapatkan juara, mereka berlatih setiap harinya. Tak ada kesan bosan, penonton dibuat greget dengan kepiawaian mereka pada saat mengikuti olimpiade tersebut. Terlihat jelas, bahwa Acha lebih pintar. Sementara Iqbal yang tidak menyukai sains dan telah berusaha belajar dengan keras untuk menyenangkan hati ayahnya. Tapi, tetap saja sesuatu yang dipaksakan itu memang tidak akan berujung manis. Iqbal selalu terlihat tertekan disetiap sesi perlombaan.

Sosok Acha digambarkan sebagai dewi fortuna dalam kehidupan Iqbal. Kepribadian Aca berhasil merubah sikap Iqbal. Adegan pada ulang tahun ke 17 Aca menjadi penghujung cerita Mariposa dan membuat penonton emosional.

Selain itu dijamin ngakak ketika melihat adegan kue keju belanda. Kemudian karakter sahabat Iqbal yaitu Rian yang lugu dan lucu serta Glen yang sok bijak. Ditambah dengan penampilan Kirana, mama Acha sempat mencuri perhatian penonton. Ibu yang tergila dengan korea ini selalu mengundang tawa dengan tingkah kocaknya.

Dibalik bagusnya film ini, ada beberapa hal yang masih menjadi pertanyaan penonton. Salah satunya adalah apa sebenarnya yang disukai Iqbal. Rasanya, hal tersebut perlu untuk disampaikan. Tapi entahlah, itu merupakan rencana dari penulis skenario.

Film yang digarap dari Wattpad karya Luluk Hijratul Fajriyah ini berhasil menampilkan porsi komedi. Jalan ceritanya disajikan dengan tidak rumit dan milineal banget. Adegan berdurasi 118 menit ini nyaris membuat penonton tidak berhenti bersorak.

Selamat menonton.

Berita Lainnya

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here