Beranda Berita

Makanan, Perjalanan dan Persahabatan

 

Poster Film Aruna dan Lidahnya. (Source: Google)

Judul Film : Aruna dan Lidahnya

Sutradara : Edwin

Produser : Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia

Penulis Naskah : Titien Wattimena

Genre :Drama

Tanggal Rilis : 27 September 2018

Durasi : 1 Jam 46 Menit

Perusahaan Produksi : Palari Films

Resensiator : Fildzatil Arifa

Pastikan sebelum menonton film ini, perut anda sudah kenyang dan bersiap untuk lapar lagi, Aruna dan Lidahnya yang tayang pada tanggal 27 September 2018 di bioskop Indonesia memberi warna baru bagi perfilman Indonesia yang bercerita tentang makanan. Sutradara Edwin yang sebelumnya juga bekerja sama dengan produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy di film Posesif yang telah sukses di tahun lalu , yang lebih menceritakan emosi remaja, dihadapkan dengan film Aruna dan Lidahnya yang lebih menceritakan emosi karakter usia 30-an yang jarang diangkat di film-film Indonesia sebelumnya berhasil membuat film ini menjadi film yang menarik untuk ditonton.

Seakan mengobati kerinduan akan Rangga dan Cinta di film Ada Apa dengan Cinta, kali ini Aruna yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo kembali bertemu dengan Bono yang diperankan oleh Nicholas Saputra di film bertajuk kuliner, Aruna dan Lidahnya. Digarap dari sebuah novel karya Laksmi Pamuntjak yang berjudul sama yang terbit pada tahun 2014, Palari Film dapat menampilkan film ini dengan begitu natural.

BACA JUGA:  Dari Rasa Ingin Tahu Berubah Jadi Symbiote

Bercerita tentang Aruna yang merupakan seorang ahli wabah yang sangat menyukai makanan bersama sahabatnya Bono yang merupakan seorang chef di sebuah restoran yang suka memasak makanan untuk sahabatnya Aruna. Mereka berencana ingin melakukan perjalanan kuliner karena Aruna yang ingin mencari resep nasi goreng mbok atih yang dirindukannya di masa kecil, dan Aruna merasa ada yang salah dengan indra pengecapannya soal makanan. Tetapi saat berencana melakukan perjalanan kuliner, Aruna ditugaskan melakukan perjalanan investigasi kasus flu burung ke 4 kota di Indonesia yaitu Surabaya, Pamekasan, Pontianak dan Singkawang. Akhirnya Aruna melakukan perjalanan kuliner sembari bekerja dengan sahabatnya Bono.

Sesampainya di kota pertama, Aruna dikejutkan Bono dengan kedatangan salah satu sahabat mereka yang merupakan penulis sekaligus kritikus makanan, Nad yang diperankan oleh Hannah Al-Rasyid. Tidak lama setelah Nad datang, Farish yang diperankan oleh Oka Antara yang merupakan rekan kerja lama Aruna yang pernah ia taksir juga ditugaskan untuk menemani Aruna dalam melakukan investigasi tersebut, dari situlah perjalanan mereka dimulai.

Perjalanan ke 4 kota di Indonesia ini seakan menjadi sarana informasi untuk mengajak masyarakat  melihat makanan-makanan khas di kota-kota tersebut, Aruna juga tampak mengajak penonton masuk ke dalam film tersebut dengan berdialog langsung dengan kamera dan menjelaskan siapa, apa, dan bagaimana tentang suatu karakter di film tersebut menjadi salah satu hal yang unik di film ini.

BACA JUGA:  Dari Rasa Ingin Tahu Berubah Jadi Symbiote

Tidak hanya tentang kuliner, film ini juga akan memaparkan bagaimana kisah persahabatan yang terasa sangat nyata dan wajar pada karakter umur 30-an dengan emosi yang berbeda dari emosi remaja dan bagaimana cara mereka menepis perbedaaan dan saling memahami satu sama lain dengan pembawaaan karakter yang santai. Dialog-dialog cerdas diantara pemeran utama digambarkan sangat mirip dengan kehidupan nyata saat berkumpul mereka membicarakan apapun, mulai dari cinta, politik, isu sosial, dan agama.

Namun terlepas dari itu terdapat kekurangan di film ini yaitu perpindahan antara kota ke kota yang terkesan terburu-buru dan tidak terlalu nampak, membuat penonton terkejut karena sudah berganti kota saja padahal perjanan ke kota lain tersebut tidak tampak, dan ada beberapa scene yang tidak nyambung dengan scene yang lain.

Meski demikian, film yang berdurasi 1 jam 46 menit ini terasa begitu cepat karena cerita yang disuguhkan sangat menarik dan tidak bertele-tele. Cerita yang sederhana dan dibuat semenarik, dan senatural mungkin oleh aktor-aktor yang dapat memerankan peran masing-masing dengan sangat baik, membuat film ini layak dan menarik untuk ditonton.

 

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here