Selasa, 19 September 2017

Home » Berita » Mahasiswa Unand Temukan Cara Pengolahan Limbah Cair Zat Warna EBT

Mahasiswa Unand Temukan Cara Pengolahan Limbah Cair Zat Warna EBT

22 Agustus 2017 - 11:53 WIB Kategori: Berita, Liputan, Teknologi 0 Komentar A+ / A- Dilihat: 132 Kali

Foto bersama tim mahasiswa penemu cara pengolahan limbah cair zat warna EBT dengan dosen Pembimbingnya.

gentaandalas.com- Perkembangan industri di Indonesia melibatkan penggunaan zat kimia berbahaya dan dapat memicu pencemaran lingkungan. Salah satu pencemaran lingkungan yaitu limbah yang diproduksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Pembuangan limbah yang sering terjadi di Indonesia berasal dari industri tekstil.

Hal ini medorong sekelompok mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unand melakukan penelitian terhadap limbah industri tersebut. Adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang cara pengolahan limbah cair zat warna untuk menyelamatkan lingkungan.

Kelompok mahasiwa yang terdiri dari Hazanita Jumiaty, Lisa Julia, dan Mechy Rezita Wahyuni menciptakan penelitian “Degradasi Zat Warna Eriochrome Balck-T Secara Fotolisis dengan Menggunakan Katalis C-N-Codoped TiO2“. Dalam kajian kimia, hal tersebut dapat diteliti dengan proses degradasi.

Proses degradasi merupakan suatu reaksi perubahan kimia atau peruraian suatu senyawa menjadi senyawa atau molekul yang lebih sederhana secara bertahap. “Penilaian masyarakat selama ini tentang zat kimia adalah zat yang sangat berbahaya bahkan bisa mematikan,” ujar Safni selaku dosen Jurusan Kimia Unand sekaligus pembimbing dalam penelitian ini.

Safni mengatakan metode yang dilakukan untuk mengatasinya sangatlah sederhana. “Kami menggunakan tiga jenis lampu yaitu lampu UV (panjang gelombang sinar 254 nm), lampu UV (panjang gelombang sinar 365 nm), lampu sinar tampak,” tutur Safni. Dalam penelitian ini lanjutnya, digunakan katalis yang disintesis sendiri menggunakan arang tempurung kelapa dengan pelarut yang ramah lingkungan yaitu air.

Metode penelitian menggunkan alat-alat seperti spektrofotometer Ultraviolet-Visible, neraca analitik, lampu UV 10 watt (λ= 254 dan 365 nm), lampu sinar tampak (Philips LED 13 W 1400 lux), sentrifuse (NASCO) dengan kecepatan 2.000 rpm, petridish, pH meter, High Perfomance Liquid Chromatography (HPLC) (Shimadzu), Handmade Irradiation Box, dan alat gelas lainnya. Serta bahan yang diperlukan seperti bubuk Eriochrome Balck-T (C20H12N3NaO7S), TiCl3 (Titanium Triklorida), ammonia, methanol, H202, bubuk karbon (CNT 10), titanium dioksida (TiO2), dan aquades.

Sebelum masuk ke perairan, limbah industri diolah terlebih dahulu. Dengan adanya proses degradasi ditambah dengan beberapa alat-alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan, penguraian terhadap limbah siap diproses. “Kami menggunakan larutan zat warna Eriochrome Balck-T (EBT) dengan menggunakan Sintesis Katalis C-N-codoped TiO2,” ungkap Safni.

Hasil penelitian membuktikan bahwa degradasi tanpa katalis dalam waktu 120 menit dengan menggunakan radias sinar UV dan lampu sinar hasilnya rendah yaitu  48,81%, 28,47%, dan 17, 62%, tapi tetap terdegradasi.

Namun, dengan penambahan katalis dalam waktu 120 menit menggunakan radiasi sinar UV dan lampu sinar tampak menghasilkan kenaikan yang drastis yaitu 64,75%, 35,60%, dan 27,79% tetap terdegradasi. Terakhir, hasil karakterisasi dengan HPLC didapatkan kromatogram larutan sisa dari Eriochrome Balck-T menurun, yang membuktikan bahwa senyawa organik yang terdapat dalam zat warna telah terdegradasi sempurna.

Ketua kelompok Hazanita Jumiaty mengatakan penelitian yang dilakuan masih tergolong penelitian baru. “Metode penelitian memang sudah ada yang menggunakan, tetapi bedanya penelitian kami terletak pada sampel yang digunakan yaitu zat warna EBT,” ujar Jumi.

Menurut Jumi, Zat warna EBT yang digunakan sangat sederhana, biaya murah, cepat, akurat, dan efektif.

Hasil penelitian ini diharapkan mampu menyelamatkan lingkungan dari zat beracun seperti limbah industri. “Penggunaan zat beracun tidak dapat dihindari dalam dunia industri, dan kita tidak ingin bumi terkontaminasi dengan zat beracun,” ujarnya.

Reporter: Azalia Mutiara Fitri

Editor    : Endrik Ahmad Iqbal

Mahasiswa Unand Temukan Cara Pengolahan Limbah Cair Zat Warna EBT Reviewed by on . [caption id="attachment_15461" align="aligncenter" width="600"] Foto bersama tim mahasiswa penemu cara pengolahan limbah cair zat warna EBT dengan dosen Pembimb [caption id="attachment_15461" align="aligncenter" width="600"] Foto bersama tim mahasiswa penemu cara pengolahan limbah cair zat warna EBT dengan dosen Pembimb Rating: 0

Permalink : https://wp.me/p52sAd-41m

Tinggalkan Komentar

scroll to top