Beranda Berita

Mahasiswa Unand Lakukan Aksi Beri 42 Tuntutan untuk Rektor

Mahasiswa Universitas Andalas (Unand) menuntut 42 tuntutan kepada pimpinan  di Auditorium Unand, Selasa (2/5/2019).

gentaandalas.com-  Ratusan mahasiswa Universitas Andalas (Unand) memperingati hari Pendidikan Nasional dengan melakukan aksi demo menuntut sebanyak 42 tuntutan terhadap rektor, di Auditorium Unand, Selasa (2/5/2019).

Tuntutan tersebut antara lain terkait dengan sarana dan prasarana, Uang Kuliah Tunggal, transparansi dana, fasilitas kampus, keamanan kampus, praktikum, kelayakan gedung kuliah, dan terkait dengan unit kegiatan mahasiswa fakultas yang ada di kampus pusat Limau Manis maupun yang ada di kampus II Payakumbuh dan kampus III Damasraya.

Aksi ini dikomandoi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unand, BEM KM Kampus II Payakumbuh, BEM KM Kampus III Damasraya, dan BEM masing-masing Fakultas di Unand.

Aksi tersebut sempat ricuh karena Rektor tidak berada di tempat dan sedang berada di luar kota. Hingga pimpinan menyuruh mahasiswa berhenti bersorak dan berdiskusi bersama pimpinan di dalam ruang rapat Auditorium Unand.

Salah satu mahasiswa kampus II Payakumbuh, Patria Pradana mengungkapkan permasalahan yang ada di kampus II Payakumbuh tentang kurangnya fasilitas labor dan tuntutan pengadaan bus kampus untuk kampus II.

“Labor masih kurang, satu labor digunakan untuk empat peminatan yang ada,” kata Patria.

Menanggapi hal itu, Wakil Rektor III, Hermansah mengatakan bahwa tuntutan yang telah disampaikan akan dipertimbangkan oleh pimpinan.

“Tuntutan yang disampaikan akan menjadi catatan bagi pimpinan, terkhusus fasilitas kampus dan praktikum,” kata Hermansah.

Di akhir diskusi, Wakil Rektor IV menandatangani sebagian komponen yang dituntut oleh BEM-KM Unand. Presiden Mahasiswa, Ismail Zainuddin mengatakan bahwa pimpinan rata-rata walk-out setelah diskusi, yang tinggal hanya Wakil Rektor IV, sehingga yang disepakati hanya hal-hal yang berkaitan dengan fasilitas.

Namun, Wakil Rektor IV belum berani menandatangani bagian tuntutan untuk rektor maupuan wakil rektor yang lain, tapi berjanji untuk mengupayakannya.

Lebih lanjut, Ismail mengatakan BEM-KM Unand akan melakukan pengawalan jika tidak ada kelanjutan dari tuntutan tersebut. Aksi besar-besaran dengan massa yang lebih banyak akan dikerahkan. “Kita akan guncang rektorat,” kata Ismail.

Reporter : Nurul Fatimah dan Sukma Hayati
Editor: Rani Aprianti

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here