Beranda Berita

Mahasiswa KKN 2019 Keluhkan Pelayanan Klinik Pratama Medika Andalas

Seorang mahasiswa saat melakukan pemeriksaan kesehatan untuk persyaratan KKN di Klinik Pratama Medika Andalas, pada Jumat (8/3/2019). (Foto: Arsip gentaandalas.com)

gentaandalas.com- Beberapa mahasiswa KKN Unand 2019 mengeluhkan pelayanan kesehatan Klinik Pratama Medika Andalas, karena pemeriksaan kesehatan dan sistem pembayaran yang diterapkan dianggap kurang menguntungkan.

Salah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Shindy Agri Felisia, mengatakan alur pembayaran melalui transfer rekening bank tidak efektif. Ia menilai sistem seperti ini memperpanjang proses teknis serta merepotkan mahasiswa, dan menurutnya pemeriksaan kesehatan hanya sekedar pemeriksaan ringan.

Keluhan lainnya diungkapkan oleh Welia Anisa. Ia mengaku tidak mendapatkan pelayanan dengan baik ketika menjalani pemeriksaan kesehatan di Klinik Pratama Medika Andalas pada 6 Maret lalu.

“Setelah melakukan pembayaran, saya langsung pergi ke klinik untuk pemeriksaan kesehatan, namun tidak dilayani,” katanya saat diwawancarai pada Senin, (11/3/2019).

BACA JUGA:  Demi Kemudahan Akses, FKM Unand Pindah ke Limau Manis

Menanggapi hal ini, salah seorang perawat Klinik Pratama Medika Andalas, Fitri Yeni, memberikan penjelasan. Ia mengatakan, mengenai pelayanan, mahasiswa kurang teliti dalam menerima informasi.

“Sesuai pengumumannya, untuk pemeriksaan kesehatan ini boleh di mana saja. Tapi, mahasiswa umumnya langsung transfer uangnya, sehingga pemeriksaan kesehatannya harus di klinik ini,” katanya saat diwawancarai pada Senin, (11/3/2019).

Jumlah mahasiswa yang sangat banyak, tambah Fitri, tidak dapat dilayani seluruhnya karena tenaga medis yang kurang. Dokter yang praktik hanya ada satu orang setiap harinya. Sementara, perawat berjumlah lima orang.

BACA JUGA:  Keluhkan Pengelolaan Remunerasi, Dosen Muda Unand Protes

Direktur UPT KKN, Syamsuardi, mengatakan akan mengklarifikasi terkait pelayanan kesehatan ini kepada pihak Klinik Pratama Medika Andalas. Kemudian, ia mengungkapkan mungkin pelayanan kesehatan di Klinik Pratama Medika Andalas tidak maksimal, karena mahasiswa terlalu banyak.

Sebenarnya, kata Syamsuardi, tes kesehatan ini lebih menekankan pada riwayat penyakit mahasiswa yang pemeriksaannya dapat dilakukan di klinik mana pun. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum terkait kesehatan mahasiswa.

“Tes kesehatan ini tidak terlalu detail. Minimal UPT KKN mendapatkan gambaran kondisi kesehatan mahasiswa,” katanya.

 

Reporter : Anjasman Situmorang dan Nisa Ulfikriah

Editor : Nurul Pratiwi

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here