Beranda Aspirasi

Lindungi Hutan dengan Aturan dan Kesadaran

Genta Andalas/Gifra Sentia.

Oleh : Suhada Tri Marneli*

Hutan memiliki peran sangat penting dalam kehidupan manusia, sejatinya manusia hidup membutuhkan oksigen yang berasal dari hasil respirasi tumbuhan. Hutan di dunia menyumbangkan oksigen untuk seluruh manusia yang ada di bumi, namun nyatanya kesadaran akan pentingnya hutan masih sangat minim dimiliki oleh setiap individu.

Dengan segala manfaat yang dimiliki hutan, masih saja disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya dengan melakukan pembabatan dan pembakaran hutan secara liar untuk lahan pertanian. Dikarenakan banyaknya masalah yang berhubungan dengan hutan, maka World Health Organization (WHO) akhirnya menetapkan tanggal 21 Maret sebagi Hari Hutan Sedunia atau International Day of Forest yang mulai diperingati semenjak 2013 lalu.

Hutan merupakan unsur penting yang harus diperhatikan oleh dunia. Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO) hutan menyumbangkan sebesar 289 gigaton karbon dan memegang peranan penting dalam menjaga kestabilan iklim dunia. Namun tidak seperti yang dibayangkan, setiap tahunnya luas wilayah hutan terus saja mengalami pengurangan. Wilayah hutan di Indonesia misalnya, ada sekitar 42 juta hektare hutan yang habis ditebang dari total 130 juta hektar hutan Indonesia.

Kerusakan terhadap hutan disebabkan oleh berbagai hal, tidak hanya oleh lingkungan, seperti iklim dan musim tetapi juga disebabkan oleh tangan jahil manusia yang tidak bertanggung jawab. Walaupun saat ini kesadaran akan pentingnya hutan yang berfungsi sebagi paru-paru dunia mulai digalakkan, seperti dengan tidak lagi menggunakan kertas secara berlebihan, namun kerusakan tidak berhenti secara instan. Penebangan liar, kebakaran hutan, pembukaan lahan untuk pemukiman, perkebunan, industri dengan cara tebang tanpa pandang bulu terus saja terjadi.

Kerusakan diakibatkan ulah manusia perlu ditangani lebih cepat dengan memberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya. Misalnya saja, jika terjadi kebakaran hutan maka pelaku harus diberi hukuman yang tegas, tidak ada toleransi karena perbuatan yang merusak hutan sangat tidak patut dilakukan. Jika hutan dibakar, maka tidak hanya oksigen yang akan berkurang, melainkan fauna dan flora yang ada di hutan tersebut juga akan terkena imbasnya.

Jika terjadi kebakaran hutan, umumnya akan sangat sulit dilakukan pemadaman, karena di dalam hutan api sangat mudah menjalar. Maka secara tidak langsung hewan atau tumbuhan yang khas atau endemik akan berkurang bahkan bisa punah jika terjadi kebakaran hutan di wilayah tersebut.

Pada tahun 2019 telah terjadi banyak kebakaran hutan di dunia, seperti hutan di negara Alaska, Spanyol, Malaysia, Denmark, Amerika Serikat, Australia, serta Indonesia dengan hutan di pulau Kalimantannya. Berdasarkan Kementerian Kehutanan RI, sedikitnya 1,1 juta hektare atau sebesar 2 persen dari hutan Indonesia menyusut tiap tahunnya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penebangan hutan atau pembukaan lahan, seperti mengkaji apakah lahan tersebut sudah tidak produktif lagi sehingga boleh dijadikan tempat pemukiman. Demikian halnya dengan penebangan untuk alasan atas dasar industri maka perlu dilakukan reboisasi atau penanaman hutan kembali, sehingga tanaman yang ditebang dapat digantikan oleh tanaman yang baru.

Hutan sejatinya sangat dibutuhkan dalam segala lini kehidupan, baik bagi manusia, flora, maupun fauna yang ada di dalamnya. Sehingga diperlukan kesadaran dari diri setiap individu akan pentingnya hutan. Selain itu, diperlukan juga bantuan dari aparat pemerintahan untuk membuat regulasi mengenai hutan dan aturan penebangan serta pembakaran hutan oleh perusahaan-perusahaan besar. Diharapkan hutan dunia dan Indonesia tidak ada lagi pengurangan wilayah baik itu disebabkan karena alam maupun perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab.

*Penulis merupakan Mahasiswi Jurusan Agroteknologi angkatan 2018 Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Berita Lainnya

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here