Beranda Berita

Kondisi Peternakan di Indonesia Belum Stabil

Pemateri Seminar Nasional Cowboy Fair 4, Adrizal di ruang seminar PKM lantai 1, Rabu (15/11/2017).

gentaandalas.com- Kondisi impor daging dan susu sudah sangat mengkhawatirkan masyarakat Indonesia. Tercatat pada tahun 2009 produksi susu segar hanya 0,83 juta ton pertahunnya, sementara tahun 2016 masih berkisar 0,85 juta ton.

“Kenaikan jumlah produksi susu sangat kecil, sementara kebutuhan masyarakat terhadap bahan baku tersebut mencapai 8,3 juta ton pertahunnya,” kata Dosen Fakultas Peternakan Adrizal dalam Seminar Nasional Cowboy Fair 4 di ruang seminar PKM lantai 1, Rabu (15/11/2017).

Adrizal mengatakan kondisi ini mengkhawatirkan dalam dunia peternakan, terutama bahan baku pakan, bahan pakan unggas yang sebagian besar belum di produksi di Indonesia, seperti tepung ikan dan bungkil kedelai.

“Ternak unggas memang belum banyak yang di impor, namun permasalahannya adalah pada bahan baku pakan yang belum tersedia di Indonesia. Hal yang mengejutkan untuk produk susu adalah, hanya 10 persen yang diproduksi di dalam negeri, 90 persennya di impor dari negara pemasok,” tuturnya.

Menurut Adrizal tantangan berwirausaha dalam bidang peternakan di era sekarang, seperti belum tanggapnya peternak terhadap kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang dapat menciptakan formulasi ransum yang adaptif, spesifik waktu dan tempat serta memanfaatkan sumber daya secara optimal.

Perlu sebuah strategi pemasaran yang efektif dan efisien, kata Adrizal, salah satunya dengan pemasaran online. Sehingga masyarakat tidak hanya terpaku pada mode tradisional, tapi dapat menerapkan era digital yang berkembang.

Adrizal berharap, mahasiswa bisa berwirausaha dalam usia yang masih muda, karena masa muda merupakan waktu yang tepat untuk berkarir.

Reporter : Endrik Ahmad Iqbal dan Metria Indeswara

Editor     : Rafikha Novita Sari

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here