Beranda Berita

Klinik Konsultasi TDC Bantu Pemerintah Kembangkan Pariwisata

Klinik Konsultasi Tourism Development center (TDC) atau Pusat Pengembangan Pariwisata yang ada di Universitas Andalas, (Foto: Melati Tri Ilhami).

gentaandalas.comTourism Development center (TDC) atau Pusat Pengembangan Pariwisata yang ada di Universitas Andalas (Unand) didirikan berdasarkan meningkatnya kebutuhan dari pemangku kepentingan pariwisata, seperti pemerintah provinsi, kementrian, kabupaten/kota, pelaku usaha, komunitas, serta legislatif.

TDC membantu pemerintah melalui klinik konsultasi gratis, jika pemerintah membutuhkan reseacrh terhadap sesuatu yang berhubungan dengan pariwisata.

Sari Lenggo Geni, selaku ketua TDC mengatakan bahwa pendirian lembaga ini untuk mengorganisir dan melaksanakan pengkajian ilmiah dan kegiatan-kegiatan lain yang berbasis ilmu pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata dan kebudayaan.

Pariwisata merupakan gabungan antara praktisi dan konsep. Artinya, selama praktisi melakukan riset maka harus didampingi dengan konsep hasil kajian.

BACA JUGA:  1.927 Maba Ikuti Pendaftaran Ulang SNMPTN

“Sekarang pihak TDC sedang melakukan kerjasama dengan Kementrian Pariwisata terhadap Nagari Jawi-Jawi, Solok. “Kami langsung  mempraktekannya di Nagari Jawi-Jawi, yaitu membuat desa pariwisata,”  ujarnya saat ditemui di Fakultas Ekonomi, Selasa (15/5/2018).

Sejauh ini TDC telah banyak bekerjasama dengan pemerintah maupun non pemerintah. Diantaranya rancangan secara dokumen atau root map yang merupakan perencanaan pariwisata suatu kota.

“Kami sudah membantu beberapa hal seperti, Gapura pesisir selatan yang terdapat pusat informasi untuk pengunjung, penyambutan saat lebaran bersama uda uni Padang dan Dinas Provinsi, atraksi anak nagari di Pantai Padang, dan menjadi narasumber diberbagai acara yang berkaitan dengan pariwisata,” ujarnya.

BACA JUGA:  Calon Penerima Bidikmisi Tidak Tahu Boleh Menginap di Asrama

Menurutnya, pariwisata mempunyai key perfomance indikator, seperti jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, kunjungan wisatawan nusantara, waktu lama mereka tinggal, dan jumlah uang yang dikeluarkan pada saat berwisata.

“Kami tidak bisa sembarangan membangun destinasi, lihat dulu pasar terhadap itu ada atau enggak nilai jualnya, untuk pariswisata yang berkelanjutan tentu didukung,” ujarnya.

Unand sendiri sudah menjadi salah satu pelaku usaha wisata.  Hal ini dapat terlihat dari banyaknya acara yang diadakan di Unand, seperti seminar, konferensi dan wisata edukasi yang mampu menarik banyak wisatawan untuk datang.

Reporter : Melati Tri Ilhami dan Fajar Suci

Editor : Juni Fitra Yenti

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here