Beranda Aspirasi

Kita Bisa Cegah Obesitas

Ilustrator: Iqbal Tri Junaidy

Oleh: Intan Fajrin*

Belum lama ini, perhatian masyarakat tertuju pada kasus obesitas yang dialami oleh seorang wanita bernama Titi Wati  dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Titi memilliki berat badan 350 kg dan telah enam tahun terakhir ini tidak dapat berjalan akibat obesitas yang dideritanya. Oleh karena itu, tanggal 11 Januari 2019 Titi harus dievakuasi oleh 20 petugas Damkar untuk dibawa ke rumah sakit demi menjalani terapi operasi pemotongan lambung guna menurunkan berat badannya, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Kasus Titi memberikan informasi kepada kita bahwa obesitas bukan hanya berkaitan dengan kecantikan atau penampilan fisik saja, tetapi juga merupakan suatu kondisi serius yang dapat menghambat aktivitas sehari – hari, sehingga penderitanya pun perlu penanganan yang serius. Selain itu, kasus ini juga membuktikan kepada kita bahwa tiap tahunnya penderita obesitas di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data dari Riskesdas tahun 2013, prevalensi obesitas pada penduduk dewasa (>18 tahun) di Indonesia 15,4%, lalu data terbaru pada Riskesdas 2018 prevalensinya meningkat menjadi 21,8%.

Menurut WHO (World Health Organization), obesitas adalah kondisi yang berkaitan dengan kelebihan lemak dalam tubuh, sehingga berat badan di atas normal dan dapat meningkatkan risiko penyakit lainnya. Penilaian berat badan normal dapat ditentukan dari Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang, nilai IMT dapat dihitung dengan cara berat badan (kg) dibagi dengan tinggi badan kuadrat (m2). Seseorang dikatakan obesitas apabila IMT lebih dari atau sama dengan 30kg/ m2, sedangkan IMT dengan nilai 25 – 29,9 kg/ m2 tergolong overweight dan perlu berhati – hati agar tidak mengalami obesitas.

Obesitas umumnya disebabkan oleh dua faktor, yaitu berlebihan dalam mengonsumsi makanan tinggi kalori, seperti makanan manis, tinggi garam dan berlemak, dan kurangnya aktivitas fisik. Karena umumnya obesitas disebabkan oleh dua faktor tersebut, maka sebenarnya kita bisa mencegah obesitas dengan dua cara pula, yaitu dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori dan meningkatkan aktivitas fisik.

Mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori bukan berarti kita dilarang untuk mengonsumsi makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak. Hanya saja, kita tidak boleh berlebihan mengonsumsinya. Sebagaimana kita ketahui bahwa sesuatu yang berlebihan tidak disukai Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat Al – A’raf ayat 31 yang artinya ”….., makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih – lebihan.”

Kemenkes memberikan saran konsumsi gula tidak lebih dari empat sendok makan (50 gram) per hari, garam tidak lebih dari satu sendok teh (2 gram) per hari, dan makanan berlemak tidak lebih dari lima sendok makan (67 gram) per hari. Apabila seseorang ingin mengatur pola diet, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter ataupun ahli gizi, serta jangan asal mengonsumsi obat herbal yang menjanjikan turunnya berat badan. Hal ini dikarenakan banyak  obat herbal tersebut yang dapat menurunkan berat badan karena memiliki efek diuresis (memicu pengeluaran air seni), sehingga cairan dalam tubuhlah yang akan terbuang, bukan lemak dalam tubuh.

Pada zaman serba canggih seperti sekarang ini, manusia dimudahkan dengan segala teknologi yang tersedia. Kemudahan ini terkadang membuat kita malas untuk bergerak, sehingga kita cenderung duduk atau berbaring dalam waktu yang lama. Aktivitas duduk dan berbaring termasuk ke dalam aktivitas sangat ringan. Menurut ISNA (Indonesia Sport Nutritionist Association) aktivitas tersebut hanya memiliki nilai 1 METs / jam. MET (Metabolic Equivalent) merupakan satuan yang digunakan untuk mengestimasi energi yang dikeluarkan dari setiap melakukan aktivitas fisik. Untuk menghitung jumlah kalori yang dikeluarkan, kita dapat mengalikan nilai MET (METs/jam) dengan berat badan (kg) dan waktu (jam) aktivitas. Dengan kata lain, apabila seseorang dengan berat badan 60 kg dan ia melakukan aktivitas sangat ringan selama 1 jam, maka ia hanya mengeluarkan energi sebanyak 60 kalori.

Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan aktivitas fisik untuk membakar kalori yang lebih banyak. Misalnya dengan bersepeda. Bersepeda memiliki nilai 8,5 METs/jam, sehingga apabila seseorang dengan berat badan 60 kg bersepeda selama satu jam, ia telah membakar sebanyak 510 kalori.

Dua upaya tersebut bukanlah hal yang sulit untuk dilaksanakan. Ayo, kita mulai mengatur asupan nutrisi serta tingkatkan aktivitas fisik untuk hidup yang lebih baik! Penulis yakin bahwa KITA BISA CEGAH OBESITAS!

*Penulis merupakan Mahasiswi Fakultas Farmasi 2015 Universitas Andalas

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here