Beranda Berita

Ketahanan Pangan Tiga Tahun Jokowi-JK

Kegiatan Agriculture Leader Club (ALC), dalam rangka Dies Natalis Fakultas Pertanian ke-63, di ruang sidang dosen lantai 3, Rabu (22/11/2017).

gentaandalas.com- Teknologi dan hasil riset serta inovasi pangan tidak terkonsilidasi dengan baik. Hal ini diungkapkan langsung oleh Rafnel Azhari selaku Dosen Fakultas Pertanian.

“Jumlah anggaran di sektor pertanian yang semakin meningkat pada Era Jokowi-JK bisa mencapai 50 Triliun lebih, tetapi ketahanan pangan Indonesia masih belum bisa dikatakan meningkat,” ungkapnya dalam acara Agriculture Leader Club (ALC), Rabu (22/11/2017).

Manfaat pangan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, menurut Rafnel, tidak dirasakan dengan baik oleh Indonesia saat ini. Sedangkan dana yang dianggarkan untuk riset tersebut besar.

“Hal ini bisa dilihat dari segi harga pangan yang ditetapkan masing-masing negara. Misalnya, ketika harga sapi potong dan beras yang semakin meningkat, negara lain mampu memasok harga lebih rendah,” kata Rafnel.

Hal itu menggambarkan bahwa produktivitas beras dan sapi potong di Indonesia masih lemah, walaupun semakin meningkatnya anggaran. Serta penggunaan anggaran tidak efektif dan efisien.

Perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan peneliti pangan Dedi Azhari mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu dibenahi dalam menyikapi ketahanan pangan. Salah satunya yaitu ekonomi kerakyatan, sosial budaya, sarana prasana serta sumber daya manusia, dan sumber daya alam yang dilengkapi dengan kekuatan agama.

“Tanpa ada landasan agama yang kuat maka pola pikir, keinginan, niat dan tujuan akan goyah. Tidak banyak yang diminta para petani, mereka hanya minta produksi banyak, pemasarannya ada, dan harga layak,” tutupnya.

Reporter : Rizky Atika Rambe
Editor     : Rafikha Novita Sari

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here