Beranda Berita

Kepingan Mentawai dalam Bingkai Etnografi

gentaandalas.com Ratusan foto kebudayaan dan kekayaan seni khas Mentawai, dipamerkan pada Pameran Etnografi Mentawai yang diadakan oleh Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unand di Fisip Corner, Selasa (10/04/18).  Seluruh foto hasil kegiatan kuliah lapangan mahasiswa Antropologi tersebut, ditata sedemikian rupa dengan hiasan yang menarik. Tidak hanya itu, alat-alat khas yang dibawa langsung dari Mentawai seperti Bug-bug (tempat meletakkan anak panah), Baklu (tas panjang dari kayu), Jaragjag (keranjang anyaman), Koraibi (tameng) juga diperlihatkan pada pameran yang terbuka untuk umum ini.

BACA JUGA:  Unand Laksanakan Ujian Toefl bagi Prodi Internasional Jalur SMMPTN

Ketua Jurusan Antropologi, Yevita Nurti, mengatakan melalui pameran etnografi tersebut, diharapkan mahasiswa lebih kreatif. “Dengan praktik lapangan yang telah dilakukan tidak hanya sekedar mengkaji ilmunya, tetapi juga dapat menghargai kebudayaan yang ada pada daerah tersebut,” katanya.

Salah satu pengunjung Jurusan Sastra Indonesia, Arni Jusmita, mengatakan pameran tersebut sangat menarik. Menurutnya, pameran Mentawai sangat jarang dipamerkan, apalagi di kampus. Ia berharap dengan pameran tersebut, mahasiswa bisa mengenal budaya mentawai, walaupun cuma sedikit.

Dua pengunjung sedang membaca deskripsi lukisan Sikere (kepala suku) dengan pakaian adat Mentawai, Padang, Selasa (10/4/2018)

BACA JUGA:  Fun Theraphy Solusi Mitigasi Terbaru Penyandang Autisme

Pengunjung sangat antusias melihat pameran Etnografi Mentawai, Padang, Selasa (10/4/2018)

Seorang pengunjung sedang mengamati foto kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Antropologi pada kuliah lapangan di Mentawai, Padang, Selasa (10/4/2018)

Pengunjung asyik berswafoto di pameran Etnografi Mentawai, Padang, Selasa (10/4/2018)

Seorang pengunjung sedang mengamati Baklu (tas panjang dari kayu) di pameran etnografi Mentawai, Padang, Selasa (10/4/2018)

Pameran Mentawai menjadi tempat tujuan fotografer untuk memanjakan mata, Padang, Selasa (10/4/2018)

Reporter: Qudwatun Nisaa dan Sukma Hayati  

Editor: Juni Fitra Yenti 

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here