Beranda Berita

Kenalkan Jurusan, Mahasiswa TEP Unand Gelar AEF

Salah Seorang Mahasiswa Sedaang Berjalan di depan Entraktor dan Pameran lainnya, Unand, pada Senin (26/08/2019). (Foto: Rahmat Fiqri)

gentaandalas.com- Kegiatan expo jurusan Teknik Pertanian (TEP), Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta)  Universitas Andalas (Unand) yang bertajuk  “Agricultural Engineering Fair (AEF)” digelar oleh sekelompok mahasiswa jurusan terkait di ruangan Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK) Unand, pada Senin (26/8/2019).

Hamman Ananda Harahap selaku panitia AEF mengatakan bahwa dasar dari pengadaan acara ini ialah untuk memperkenalkan jurusan TEP secara lebih detail kepada mahasiswa.

”Banyak yang belum mengetahui tentang TEP, hanya tahu tentang Fateta, jadi niatnya ialah untuk menunjukkan bagaimana itu teknik pertanian, pelajarannya dan melihatkan spesifik kami yaitunya mesin di bidang pertanian,” ujar Hammam.

BACA JUGA:  Izin Kegiatan Malam Masih dalam Fase Perhatian

Hammam menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan expo diawali dengan pembukaan oleh pihak dinas pertanian dan dekan Fateta. Rangkaian acara dari kegiatan tersebut berupa memamerkan mesin dan alat-alat pertanian dari Fateta serta beberapa alat-alat bantuan dari dinas pertanian seperti entraktor dan lainnya . Berbagai lukisan, penelitian dosen, dan pendirian stand- stand dagang  turut dihadirkan dalam memeriahkan kegiatan expo. Menariknya, stand yang disediakan diperuntukkan secara gratis terhadap pedagang.

Tidak hanya itu, untuk memeriahkan kegiatan tersebut, lomba rangking satu juga diselenggarakan khusus untuk mahasiswa TEP. Peserta merupakan utusan setiap angkatan yang berjumlah 15 orang masing-masing angkatannya. Dimulai dari angkatan 2015 hingga angkatan 2019.

BACA JUGA:  Digitalisasi dan Matematika Tidak Terpisahkan

Salah seorang mahasiswa Rahmad Hadfajrin menanggapi bahwa kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat dan bagus.

”Karena masih banyak orang-orang yang belum tahu apa itu teknik pertanian, persepsi orang mendengar kata pertanian itu identik dengan kotor , menderita, panas-panasan, kudet, dan lain-lain. Padahal tidak, di luar negeri orang yang kaya itu adalah petani, apalagi petani yang bisa mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Reporter : Nindi dan Rahmat Fiqri

Editor : Ramadanil Fajri

Berita Lainnya

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here