Beranda Berita

Kelemahan Wartawan Konflik : Tidak Berimbang dan Tidak Paham Akar Konflik

Yurnaldi  dan Hasril Chaniago saat menjadi pemateri  Talkshow di Gedung Seminar I Unand, Senin (23/9/2019). (Foto: Nurul Pratiwi)

gentaandalas.com- Mantan Wartawan Kompas Yurnaldi mengatakan, wartawan konflik cenderung hanya menggunakan satu narasumber dalam beritanya dan tidak memahami penyebab konflik atau akar konflik.

“Masalah konflik memang banyak hal yang harus dipahami wartawan, terutama penyebab (akar) konflik itu sendiri. Jika wartawan konflik tidak turun ke lapangan, maka beritanya ngaur,” kata Yurnaldi di Gedung Seminar I Unand, Senin (23/9/2019).

Menurut Yurnaldi,  kelemahan wartawan konflik maupun wartawan umum saat ini cenderung hanya melaporkan informasi, bukan menganalisis berita.

BACA JUGA:  Aksi Hari Tani dan Karhutla Jilid III, Irwan Prayitno Tak hadir Lagi

Senada dengan itu,  wartawan Haluan Hasril Chaniago juga menjelaskan, bahwa media berkewajiban untuk melakukan diskusi mendalam dengan wartawan sebelum meminta wartawan turun ke lapangan.

“Wartawan tidak mengerti dengan apa yang akan diliputnya karena kurangnya diskusi mendalam dengan media. Terkadang media tak mengerti juga dengan topik yang akan diliput,” jelas Hasril.

Yurnaldi dan Hasril Chaniago hadir sebagai narasumber dalam Talkshow bertajuk “Kedudukan 9 Elemen Jurnalistik dalam Pemberitaan Konflik” yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unand angkatan 2016 dalam rangkaian kegiatan Art Show Case 2019.

BACA JUGA:  Kenalkan Peternakan, Faterna Unand Kembali Adakan Cowboy Fair

Reporter : Nurul Pratiwi

Editor: Rani Aprianti

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here