Beranda Sastra dan Budaya Puisi

 Kelaparan Di Negeri Agraris

(Foto: Ist)

 

*oleh Rida ilasri

Retorika kehidupan yang hampa

Layaknya rumah tanpa suara

Setiap sudut penuh keheningan

Tak ada orang ataupun bunyi gemericik hewan berkeliaran

Ku susuri tinta sejarah kemerdekaan

Guna mencari asupan ilmu pengtahuan

 

Aku seorang dini hari

Yang kembali menyapa dalam mimpi

Kepada mu yang rakus akan kekuasaan

Kepada mu yang bergeming dalam sembunyi

Ku bentangkan telaga kisah

Tentang negeri ku yang katanya tanah surga

.

Sudahkah kau merdeka duhai petani dengan tebaran tawa?

Atau justru tawa itu menyimpan deraian air mata

Kepada mu yang hangat dalam dekapan

Terjerembab dalam perjuangan

Lebam…..

Membiru…..

 

Kau yang selalu bangun pagi

Yang diselimuti selembar kain tak berigi

Dibalik bangunan- bangunan tinggi

Para tikus-tikus berdasi menyembunyikan diri

Katanya negeri ku sudah berdaulat

Katanya negeri ku sudah bertahan

 

Namun kenapa masih ada sekujur badan yang berkeliaran asing dijalan yang bising?

Dan manusia terkapar di trotoar terbalut luka yang sedang berkoar

Berjuta anak-anak mungil perlahan membunuh diri

dengan mengiris diri sendiri

Bersama kebodohan

Tanpa mereka tau apa itu pendidikan

 

Hari ini hari yang sering dianak tirikan

Coba kalian bayangkan

Bayangkan sebentar saja

Aku punya satu pertanyaan

Bagaiaman kita bisa hidup tanpa makanan?

Bagaiamana kita bisa hidup tanpa pertanian?

 

Izinkan hari ini menjadi bingkisan kebahagiaan bagi mereka yang kelaparan

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Agroteknologi 16

Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here