Beranda Berita Feature

Keelokan Luak Gadang dan Kemegahan Kristal Bukik Baka Park

 

Para wisatawan menikmati rakitan dari bambu bersama keluarga di Luak Gadang dan Bukik Baka Park, Kec. Kamang Magek , Agam.

Beribu destinasi wisata yang ada di Indonesia disuguhkan untuk para wisatawan yang datang dari luar maupun dalam daerah. Bermodal media sosial para pengunjung tahu tempat-tempat wisata hits. Kali ini saya mengunjungi wisata baru Luak Gadang, Bukik Baka Park berlokasi di Jorong Guguak Rang Pisang, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam. Tempat yang baru saja launching 1 Syawal 1439 H ini terletak di tepi Bukit Barisan.

Sumatera memang sudah memiliki banyak tempat wisata yang menarik, salah satunya tempat wisata ini. Saya bersama keluarga berangkat dengan mobil kijang inova berwarna coklat. Kebetulan wisata ini tidak jauh dari tempat tinggal saya. Jika dari pusat kota Bukittinggi ke lokasi, jarak yang ditempuh 17 km dengan waktu lebih kurang 45 menit jika mengendarai mobil. Tidak hanya dengan mobil, para wisatawan juga bisa mengendarai sepeda motor. Jalan menuju tempat ini sangat mudah karena jika sudah sampai di Nagari Kamang Hilia akan tampak panah-panah yang menunjuk lokasi wisata.

Di tepi jalan saya melihat barisan-barisan tanaman buah naga. Udaranya sangat sejuk, jauh dari bisikan kendaraan dan hiruk pikuk perkotaan. Jalan yang beraspal membuat perjalanan saya semakin lancar. Sembari sampai ke lokasi saya melihat pemandangan sawah-sawah yang terbentang luas di tepian Bukit Barisan. Memang amboi rasanya sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan yang indah.

Saat sudah sampai di simpang tiga Pakan Salasa dari arah Pakan Kamis, wisatawan tetap terus jalan menuju lokasi. Lebih kurang 15 menit dari persimpangan nantinya akan terlihat plang panah Luak Gadang. Jalannya tidak terlalu lebar sehingga mobil yang berpapasan harus mengalah salah satu. Rumah-rumah warga sekitar tak lupa berjajar di tepi jalan. Tanaman jeruk yang biasa dipanggil orang ‘limau kamang’ pun tak lupa menghiasi halaman rumah.

Tiba di lokasi mobil yang mengantarkan saya diparkirkan di depan masjid dekat Luak Gadang. Sungguh lengkap tempat wisata ini meski berlibur para wisatawan tidak lupa juga disuguhi dengan tempat ibadah. Untuk masuk tempat wisata ini tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena tepat di pintu masuk tersedia etalase kecil di atas meja yang berisi uang. Wisatawan tidak dipatok besaran biaya yang diberikan, cukup sukarela saja.
Saat tiba di lokasi terpampang nyata Luak Gadang dan Bukik Baka di mata pengunjung. Sampan-sampan yang merapung menghiasi jernihnya luak. Tampak roman bahagia wisatawan dengan suguhan wisata alam ini.

Di tempat ini terdapat dua luak, kiri dan kanan luak dipisahkan dengan jalan menuju bukit. Sebelah kiri berdiri kokoh bukit yang serupa kristal-kristal menjulang tinggi berwarna coklat. Elok pandangan mata melihat tumpukan kristal-kristal yang berongga-rongga. Untuk mendekati kristalpun bisa, karena sudah ada jalan setapak di tepiannya.

Sebelum kaki menginjak ke arah luak, banyak deretan pedagang menjual makanan suatu bentuk hidangan untuk wisatawan. Jalan pemisah luak kiri dan kanan digunakan untuk mendaki bukit. Wisatawan bisa mendaki bukit sampai atas, sudah adanya tangga buatan membuat pengunjung bisa menikmati indahnya alam dari atas bukit. Jalan menuju ke atas bukit sudah disemen, namun hanya dekat luak saja.
Banyak kelokan untuk sampai ke atas bukit. Jika tidak terlalu sanggup mendaki wisatawan bisa menggunakan kayu ranting pohon sebagai tongkat. Selama perjalanan wisatawan tetap berhati-hati karena jenjang buatannya terbuat dari tanah liat.

Para wisatawan yang mendaki tidak hanya kaum muda saja, namun para orang tua pun ikut mendaki. Berbondong-bondong keluarga membawa anak cucunya, para muda-mudi mendaki bukit.

Dipertengahan pendakian ada sebuah tempat istirahat dan warung kecil. Wisatawan bisa beristirahat sejenak di tempat ini sembari mengisi perut. Dari warung untuk sampai ke atas bukit lebih kurang 20 menit. Selama pendakian saya menikmati nuansa alam di atas bukit meski bukan Gunung Merapi maupun Gunung Singgalang yang didaki. Tiba di puncak tampak nyata pemandangan dari atas terlihat dua gunung yang setali semakin indah mata memandang. Dari atas wisatawan pun bisa melihat petakan sawah-sawah nan hijau dan kuning terbentang. Memang elok negeri jika dipelihara keasriannya.

Matahari sore hampir tampak, tak lupa saya bersama keluarga mengabadikan momen langka ini dengan berfoto. Ini pengalaman pertama saya mendaki bersama keluarga. Kenangan pertama sulit dilupakan daripada momen-momen yang diulang berkali-kali. Selesai berfoto kemudian kami turun.

Sampai di luak saya kembali berfoto di tepian Luak Gadang dan Bukik Baka Park. Beramai-ramai wisatawan datang ke tempat ini, selain indah dan bernuansa damai juga murah.

Sungguh mudah mencari kebahagiaan di dunia cukup mencari tempat yang menurutmu cocok untuk kebahagiaan. Tempat ini sangat cocok untuk melepas penat.

Penulis : Zurriati Fadilla

*Mahasiswi Jurusan Sastra Indonesia 2016, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas.

 

Baca Juga yang Menarik Lainnya!

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here