Beranda Aneka Ragam

Kecanduan Drama Korea

 

Ilustrator: Nisa Ulfikriah

gentaandalas.com- Drama korea (drakor) merupakan tontonan yang paling diminati masyarakat Indonesia saat ini terutama kaum perempuan. Ceritanya yang romantis serta menghadirkan kecantikan dan kegantengan pemerannya menjadi alasan utama bagi sebagian besar pecinta drakor untuk selalu menontonnya. Tak sedikit dari pecinta drakor yang rela begadang demi menyelesaikan episode-episode yang selalu membuat penasaran sehingga lupa waktu dan lupa istirahat.  Apakah terlalu sering menonton drakor berdampak dengan psikologis seseorang? Apa saja dampak negatif dari kecanduan drakor? Bagaimana cara mengatasi kecanduan drakor? (Rival Lidra, Mahasiswa Jurusan Teknik Pertanian 2014)

Jawaban:

Dampak Psikologis Pecandu Drakor

Peminat drakor didominasi oleh kalangan remaja wanita, terutama  yang sedang dalam masa pubertas. Pada usia remaja 18 sampai 21 tahun akan terjadi pembentukan identitas diri dan citra diri atau self image. Citra diri adalah gambaran yang dimiliki seseorang tentang dirinya yang dikaitkan dengan karakter fisik terkait penampilan. Dapat juga dikatakan citra diri merupakan gambaran seseorang terhadap  dirinya atau pikiran tentang pandangan orang lain terhadap dirinya terkait dengan bagaimana seseorang memandang dirinya dan bagaimana orang lain berpikir tentang penilaian orang lain tehadapnya.

Salah satu cara seseorang untuk membentuk citra dirinya adalah dengan imitasi. Remaja yang sering menonton drakor akan mengimitasi gaya berpakaian, perilaku, bahasa, dan life style  idolanya dalam drakor tersebut, sehingga lambat laun akan terbentuklah citra diri dan konsep diri seperti artis-artis korea.

Tentu saja hal ini dapat terjadi bila remaja belum mampu meregulasi emosi diri mereka, sehingga terhanyut dalam drakor. Selain itu, dengan seringnya menonton drakor dapat membuat penonton menjadi sering berimajinasi hingga terhanyut dalam  kisah-kisah yang ada dalam drakor. Penikmat drakor akan menjadi penasaran untuk terus mencari kisah-kisah seru yang lain sehingga berdampak addict atau kecanduan.

Jika drama korea hanya dijadikan sebagai selingan atau tidak terlalu sering menonton, maka itu dapat melepaskan ketegangan dan menjadi hiburan. Meski memiliki dampak positif, darkor dinilai lebih banyak memberikan dampak negatif bagi pencandunya.

Dampak negatif kecanduan drama korea

  1. Waktu terbuang percuma

Waktu untuk melakukan kegiatan yang produktif seperti belajar, dan berorganisasi di kampus akan berkurang tergantikan oleh aktivitas menonton drakor. Bahkan jika terhanyut dalam menonton, pencandu drakor akan lupa waktu dan membuat pekerjaan lain terbengkalai.

  1. Mengubah citra diri

Proses imitasi life style secara terus-menerus, bisa mengubah cara berpakaian, makanan, berbahasa dan cara bergaul  seseorang.  Selain itu pencandu drakor akan menjadi  sering berkhayal hal-hal yang kurang bermanfaat.

  1. Shooping addiction

Dari sisi ekonomi, berubahnya gaya hidup dan citra diri berdampak pada keinginan untuk membeli aksesoris dan pakaian-pakaian baru yang kekorea-koreaan yang notabenenya tidak terlalu penting.

Cara mengatasi kecanduan menonton drama korea:

  1. Pahami dampak negatif dari kecanduan drama korea. Mulailah realistis untuk memprioritaskan pekerjaan atau kegiatan yang lebih penting bagi seorang mahasiswa.
  2. Membuat jadwal menonton drakor yang memungkinkan, misalnya satu jam dalam sehari dan terus mempersingkat durasi secara perlahan. Lalu, beri reward dan punishment bagi diri sendiri jika berhasil atau melanggar ketetapan tersebut.
  3. Meminta orang terdekat untuk mengingatkan agar tidak terjerumus kembali dalam kebiasaan buruk kecanduan menonton
  4. Mengisi waktu senggang dengan hobi atau kegiatan lain yang bermanfaat. Misalnya, melakukan hobi dan kegiatan yang mengasah kemampuan sosial atau interpersonal.

*Narasumber merupakan Dosen Psikologi Unand, Lala Septiyani, M.Psi

 

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here