Beranda Berita

Kantong Ajaib, Kampanye Peduli Lingkungan

Kantong Ajaib yang diletakkan di dua titik lingkungan FISIP, Unand.

gentaandalas.com- Kantong ajaib merupakan wadah untuk pengumpulan barang bekas yang bisa diolah kembali, seperti kertas dan plastik. Hal itu sebagai kampanye peduli lingkungan yang digagas oleh beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Andalas (Unand). Kantong Ajaib ini  berawal dari obrolan santai beberapa mahasiswa FISIP di warung kopi yang sekarang menjadi program kerja negara mahasiswa FISIP.

Gagasan ini sebagai upaya penyadaran mahasiswa agar peduli terhadap kebersihan lingkungan.  Barang bekas yang terkumpul dari kantong ajaib tersebut akan dijual dan dijadikan uang kas, yang mana uang tersebut digunakan untuk sumbangan bencana.

BACA JUGA:  Konsolidasi Akbar Lembaga Eksekutif dan Legislatif se-Unand Berakhir Deadlock

Rama Wiranda, selaku mahasiswa FISIP mengatakan, Kantong Ajaib ini tidak hanya berlaku ketika ada bencana saja, namun  direncanakan akan terus berlanjut untuk seterusnya. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengirimkan kertas bekas berjumlah banyak.

Dikatakan Rama, hasil jual dari Kantong Ajaib masih rendah, namun akan direncanakan untuk menjadikannya dengan harga jual yang tinggi. “Kertas dan plastik itu kalau dijual, harga jualnya masih rendah. Namun, kami berniat akan membuat sebuah kerajinan agar nilai jualnya tinggi. Tapi itu masih dipikirkan bagaimana caranya. Insyaallah jika  berhasil dikembangkan di FISIP  Kantong Ajaib akan disebar ke kawasan Unand atau kota Padang,” ujarnya saat diwawancarai kru Genta Andalas, Jum’at (12/10/2018).

BACA JUGA:  Konsolidasi Akbar Lembaga Eksekutif dan Legislatif se-Unand Berakhir Deadlock

Kantong Ajaib ini diapresiasi oleh berbagai pihak, baik dosen dan mahasiswa. Zul Sofni selaku Komisi disiplin FISIP, mengatakan bahwa Kantong Ajaib tersebut mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan. “Gerakan Kantong Ajaib itu bagus bisa meningkatkan kesadaran kita terhadap lingkungan, karena seperti yang kita tahu, masih banyak yang kurang peduli dengan lingkungannya,” tuturnya.

Reporter : Anggi Putri Rizkya & Yudellia Wira Permata

Editor : Juni Fitra Yenti

 

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here