Beranda Aneka Ragam Resensi

Jika Mereka Mendengarmu, Mereka akan Memburumu

Identitas Film

Judul: A Quite Place

Rilis: 3 April 2018

Produksi: Paramount Pictures

Platinum Dunes

Distribusi: Universal Pictures

Genre: Drama, Horror, Sci-Fi, Thriller

Durasi: 90 menit

Resensiator: Nisa Ulfikriah

 

Apa jadinya jika kita harus bertahan hidup di dunia tanpa menghasilkan suara sedikit pun? Lalu, bagaimana rasanya ketika kita yang biasa berbicara dengan suara jadi harus menggunakan bahasa isyarat dalam kehidupan sehari-hari? Pertanyaan-pertanyaan ini akan dapat kita temukan jawabannya dalam A Quite Place.

 

Film yang tayang di layar lebar Indonesia pada 3 April ini sukses menyajikan cerita dalam nuansa yang berbeda untuk film yang bergenre thriller. Jika pada film bergenre ini biasa kita temukan teriakan, suara-suara berisik, dan bahkan musik-musik yang mencekam, A Quite Place sangat bertolak belakang dengan hal-hal semacam itu. Sekitar 90% percakapan para tokoh dalam film ini dilakukan dengan bahasa isyarat, dan juga hanya sedikit musik-musik latar yang mengiringi suasana film ini. Maka apakah terbayang seberapa sunyinya?

 

A Quite Place menceritakan kehidupan sepasang suami istri Lee Abbott (John Krasinski), dan Evelyn Abbott (Emily Blunt), dan buah hati mereka yaitu Regan Abbott (Millicent Simmonds), Marcus Abbott (Noah Jupe), dan Beau Abbott (Cade Woodward), yang mencoba bertahan hidup di tengah dunia yang diinvasi makhluk asing. Tidak dijelaskan secara rinci asal muasal makhluk tersebut. Hanya saja, diawal cerita sudah tergambarkan bagaimana keadaan dunia yang kacau setelah kedatangan makhluk asing ini.

Makhluk asing ini buta, namun memiliki pendengaran yang sangat sensitif terhadap suara. Mereka akan mengincar sumber suara dan menyerang bahkan melahap manusia yang ada disekitar sumber suara tersebut. Karena itu, keluarga ini harus bertahan hidup dalam kesunyian setiap harinya. Untuk meminimalisir suara, mereka berjalan tanpa alas kaki, makan hanya beralaskan daun, dan bahkan berbicara menggunakan bahasa isyarat. Kebetulan juga, salah seorang tokoh, yaitu Regan adalah seorang gadis tunarungu yang menggunakan alat bantu dengar dan harus berkomunikasi dengan bahasa isyarat kepada anggota keluarganya.

BACA JUGA:  Makanan, Perjalanan dan Persahabatan

 

Diawal cerita, dikisahkan si bungsu dalam keluarga ini, yaitu Beau yang dimangsa oleh makhluk asing yang mendengarkan suara bising dari pesawat mainan yang dibawanya.  Hal ini sontak menjadi kesedihan tersendiri bagi keluarga ini. Empat tahun berselang, keluarga kecil ini tetap menjalankan kehidupannya dengan damai di rumah mereka di perbukitan yang dikelilingi ladang jagung. Pada saat itu, sang ibu Evelyn tengah hamil tua, dan sibuk mempersiapkan kelahiran buah hatinya. Mereka sempat mendapatkan kesulitan-kesulitan kecil, namun dapat diatasi dengan baik oleh anggota keluarga, terutama oleh Lee.

 

Suatu hari, keluarga ini terpaksa harus berpencar. Lee mengajak Marcus untuk pergi ke hutan untuk belajar mengenai alam, sekaligus untuk mencari bahan makanan. Regan memaksa ingin ikut dalam perjalanan tersebut, namun tidak diperbolehkan oleh ayahnya, dan disuruh tetap berada di rumah untuk menolong dan menjaga ibunya. Regan marah dan sedih, Ia memutuskan pergi dari rumah tanpa sepengetahuan ibunya. Ia pergi ke makam Beau untuk melepaskan kesedihannya dan  mengenang adiknya tersebut.

 

Sememntara itu, Evelyn tetap bekerja sebagaimana yang dilakukan ibu rumah tangga biasanya. Pada saat pekerjaannya sudah selesai, tiba-tiba air ketubannya pecah, hal ini membuat Evelyn panik dan susah payah menahan sakit. Ditengah kepanikannya, tiba-tiba Ia tak sengaja menginjak paku yang mencuat dari tangga rumahnya, lah ini membuatnya spontan berteriak keras. Hal ini tentu saja memancing makhluk asing itu datang. Evelyn yang kesakitan pun bergegas menghidupkan lampu emergency diluar rumahnya.

BACA JUGA:  Dari Rasa Ingin Tahu Berubah Jadi Symbiote

 

Ketika pulang, melihat lampu emergency merah yang menyala, Lee dan Marcus sontak terkaget dan berusaha menyelamatkan sang ibu dari marabahaya makhluk asing yang mengancam nyawanya. Regan yang pulang belakangan pun, terlambat menyadari hal ini. Dari sinilah bermula aksi penyelamatan dan perjuangan keras sebuah keluarga yang berusaha saling melindungi satu samaa lain.

 

Hubungan emosional antar anggota keluarga dapat tergambarkan dengan baik dalam film besutan si pemeran ayah John Krasinski ini. Ditambah lagi John Krasinski dan Emily Blunt memang merupakan pasangan suami istri asli, sehingga hubungan kasih sayang yang mereka ciptakan dalam keluarga sukses menghanyutkan dan membuat penonton terharu. Uniknya lagi, Millicent Simmonds yang memerankan tokoh Regan memang merupakan seorang tunarungu, sehingga bahasa isyarat dan gerak gerik tubuhnya tampak alami dan tidak dibuat-buat untuk ukuran pemeran tokoh tunarungu.

 

Sesuai dengan judulnya, selama 90 menit film ini penonton akan disuguhkan keheningan mencekam yang akan memberikan kejutan sewaktu-waktu. Tak hanya itu, dengan kesunyian yang dibawakannya, film ini berhasil membawa penonton terhanyut kedalam cerita, dan membuat penonton harus terfokus pada cerita yang disuguhkannya. Tak heran, penonton akan ikut menahan nafas karena merasakan ketegangan yang dirasakan oleh para tokoh. Terutama pada saat adegan-adegan mencekam yang mengancam nyawa para tokoh. Tidak ada plot twist yang membingungkan penonton dalam film ini. Alurnya mengalir dengan baik dari awal hingga akhir. Film ini sangat direkomendasikan untuk anda penyuka genre thriller dan horror, tidak terlalu berat, dan memiliki ide cerita yang sangat menarik untuk disimak.

1 KOMENTAR

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here