Beranda Berita

Jejak dan Pesona Sang Prambanan

Dok. Pribadi

Oleh : Tiwi Veronika*

Ketika sang mentari belum menampakkan sinarnya dan  kokok ayam mulai menyapa di subuh hari, seketika terdengar suara alarm dari sebuah handphone  dengan nada keras. Saya pun terbangun dari tidur lelap semalam. Saya langsung bergegas untuk berwudu dan melaksanakan salat Subuh sebagai kewajiban umat Islam. Seusai melaksanakan salat, saya teringat pada sebuah janji bahwa hari ini saya akan pergi refreshing sejenak ke Candi Prambanan. Ya, sebuah objek wisata yang tidak boleh dilewatkan ketika kita berada di Kota Yogyakarta. Tak pernah terbayangkan oleh saya untuk bisa ke sana. Tapi, berkat kekuasaan Sang Pencipta, satu di antara sekian banyak mimpi saya itu terwujud. Bersama 10 orang teman saya yang berasal dari kampus yang sama, yakni Universitas Andalas, tujuan kami jauh-jauh ke Yogyakarta bukan sekedar petualangan. Sebuah kebanggaan bagi kami bisa  berkuliah di Kota Pelajar itu dengan program bernama Gamanda 6, yang artinya Mahasiswa Unand-UGM angkatan 6. Suasana subuh di sini terasa berbeda, begitu dingin seakan mau membeku rasanya. Hal itu membuat saya malas untuk mandi. Tapi apa boleh buat, sesuatu yang sudah direncanakan tidak baik untuk dibatalkan, meskipun dengan seribu alasan.

Sebelum berangkat, kami pun berkumpul di depan indekos Ayu yang terletak di Jalan Manggis 1, Kampung Klebengan, Yogyakarta. Kami pun memastikan semua perlengkapan dan teman-teman lengkap. Pukul 08.00 WIB, langkah kaki mulai diayunkan. Kami pun  berjalan sejauh 200 meter selama kurun waktu 10 menit lamanya menuju terminal Trans Yogya. Sesampainya di terminal, butuh waktu 20 menit untuk menunggu Trans Yogya 1B tujuan Candi Prambanan. Kami harus menaiki Trans Yogya sebanyak dua kali agar sampai ke lokasi, dan itu pun hanya sampai di halte Prambanan yang berjarak satu kilometer dari candi tersebut.

Candi Prambanan atau Candi Rara Jonggrang adalah satu dari sekian candi terbesar di Indonesia. Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Kompleks candi terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, kurang lebih berjarak  17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta atau Solo, dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan  Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi ini termasuk salah satu situs warisan dunia UNESCO, sebagai candi terbesar di Indonesia sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini ramping dan tinggi, sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya, dengan Candi Siwa sebagai candi utama yang memiliki ketinggian 47 meter, menjulang tinggi di tengah kompleks gugusan candi yang lebih kecil.

BACA JUGA:  Kenalkan Budaya Asing Melalui Summer Power

Candi ini sudah melegenda lewat kisah cinta tak sampai antara Bandung Bandawasa dan Rara Jonggrang. Konon, menurut legenda, Rara Jonggrang meminta seribu candi dalam satu malam sebagai syarat lamaran Bandung Bandawasa. Melalui bantuan makhluk jin, Bandung Bandawasa mampu menyelesaikan seribu candi yang pada akhirnya digagalkan sendiri oleh Rara Jonggrang.

Sebelum masuk, seorang lelaki paruh baya menawarkan dua pilihan tiket, yakni tiket dengan estimasi harga Rp.40.000 untuk orang dewasa dengan kunjungan hanya ke Candi Prambanan , dan tiket dengan estimasi harga Rp.75.000 untuk kunjungan ke Candi Prambanan dan Candi Borobudur dengan transportasi gratis. Karena kami ingin meminimalisir keuangan yang keluar, kami hanya mengambil tiket dengan harga Rp.40.000 saja. Dengan pengawasan yang ketat, semua barang bawaan kami diperiksa oleh petugas. Setelah itu, barulah kami bisa masuk dan menikmati suasana yang begitu nyaman dan indah. Tempatnya begitu nyaman, di sepanjang area sudah disediakan pemandangan dengan hijaunya  rerumputan dan ayunan yang begitu sayang untuk dilewatkan. Kiri, kanan, depan, dan belakang pastikan tidak terlewat untuk diabadikan. Ditambah lagi dengan teriknya matahari yang diiringi oleh angin sepoi-sepoi. Wah, saya pun merasa bersyukur sekali bisa berada di sana dan melihat secara langsung keindahan alam yang telah diciptakan oleh Tuhan.

Awalnya, kami menikmati keindahan di depan Tugu Prambanan sambil menulis salam dan uneg-uneg untuk teman, sahabat, dan keluarga, lalu mengabadikannya. Kemudian, barulah kami mengelilingi isi candi.  Kami begitu terpukau akan keindahan dan banyaknya candi yang berdiri kokoh di sana. Sungguh negeri ini penuh dengan keindahan dan kekayaan alam. Kompleks candi ini tak pernah sepi oleh pengunjung, terlihat begitu banyak wisatawan yang berkunjung ke sana, mulai dari wisatawan lokal hingga wisatawan mancanegara yang berasal dari  Eropa, Cina, Jepang, dan Korea yang tampak hadir, mengingat masih dalam perayaan Imlek. Bagi anda yang tidak mengerti dengan bahasa Indonesia, di sana  ada pemandu wisata yang siap menemani anda untuk berkeliling dan bertanya seputar sejarah Candi Prambanan.

BACA JUGA:  Maba Unand Lakukan Aktivasi Anggota Pustaka

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB. Kami pun berniat untuk istirahat sejenak dan melakukan kewajiban kami. Setelah salat, kami pun kembali menikmati keindahan candi dan tak lupa di setiap sudutnya kami abadikan. Tak lama kemudian, jam sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Kaki sudah mulai letih, perut pun mulai meronta untuk diisi, dan kami pun memutuskan untuk pulang. Di sepanjang jalan keluar candi, kami melihat begitu banyak kuliner Yogya yang menarik untuk dicoba. Selera makan semakin meningkat, sampai kami pun kebingungan mau makan apa. Selain kuliner, di sana juga banyak pedagang yang berjualan souvenir, pakaian, dan oleh-oleh khas Yogyakarta.

Sembari menunggu semua teman berkumpul, saya melihat ada wisatawan luar negeri yang sedang foto bersama, entah itu keluarga atau temannya. Saya pun tersenyum dan teringat dengan keluarga yang ada di kampung.

Setelah semuanya berkumpul, kami melangkah untuk pulang ke indekos. Ternyata salah satu dari kami ada yang ingin berkunjung ke Malioboro dan saya pun juga ingin ke sana. Akhirnya, kami pun ikut ke Malioboro. Sekitar 1,5 jam berkeliling Malioboro, barulah kami pulang ke  indekos untuk beristirahat.

Nah, bagi anda yang menyukai arsitektur bangunan dan bangunan peninggalan sejarah, Candi Prambanan adalah salah satu rekomendasi destinasi wisata yang cocok untuk dikunjungi. Tentunya, anda tidak akan menyesal jika berkunjung ke Candi Prambanan. Selain bangunannya yang indah, pemandangan di sekitar candi juga akan membuat anda takjub. Begitu banyak spot foto yang bisa anda abadikan dengan orang terdekat. Sebuah pengalaman yang tidak bisa terlupakan. Jika punya rezeki, dengan senang hati saya akan kembali berkunjung ke sana. Bagaimana dengan anda?

*Penulis merupakan Mahasiswi Fakultas Peternakan Universitas Andalas 2017

Baca Juga yang Menarik Lainnya!

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here