Home Aneka Ragam

Jadi Minoritas, Tak Urungkan Niat Ainun Jadi Dokter

Identitas Film
Judul : Habibie dan Ainun 3
Rilis : 19 Desember 2019
Sutradara : Hanung Bramantyo
Produser : Manoj Punjabi
Genre : Biography, Drama
Durasi : 121 menit
Resensiator : Nurul Anisa Azwir

gentaandalas.com- Semua manusia pastinya memiliki cita-cita tentang bagaimana dirinya di masa depan, tak terkecuali Habibie dan Ainun. Dalam film serial kedua telah diceritakan masa disaat Habibie menempuh pendidikan tingkat lanjutnya di Jerman. Maka tak adil rasanya jika masa muda Hasri Ainun Besari tidak diulik. Sosok wanita hebat yang mendampingi Habibie dalam masa suka maupun duka.

Beberapa tahun setelah kemerdekaan Indonesia, perkembangan pendidikan pun cukup bertumbuh. Ainun yang ketika itu tamat SMA, ingin melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi. Ia sangat menginginkan jurusan pendidikan dokter di Universitas Indonesia. Walau disaat itu wanita masih kaum minoritas di jurusan tersebut. Namun fakta yang ada tidak mengurungkan niatnya untuk menggapai cita-cita, ditambah prestasi akademik Ainun cukup mendukung. Berhasilkah Ainun mewujudkan cita-citanya dari kecil tersebut? Bagaimana tantangan yang harus dihadapinya dalam kehidupan remaja?

Berbeda dengan film sebelumnya yang mengisahkan bagaimana perjalanan Habibie di masa mudanya, pada film Habibie & Ainun 3 lebih didominasi oleh cerita saat Ainun masih menduduki usia remaja. Sehingga pemberian judul “Habibie & Ainun 3” akan terasa kurang pas. Alangkah lebih baik memberikan judul yang sesuai dengan isi film seperti judul film kedua “Rudy Habibie”. Dengan mengganti judul menjadi “Ainun”, mungkin ekspektasi penonton terhadap film akan lebih baik. Jadi, penggambaran terhadap tokoh pun akan semakin kuat.

Habibie yang diperankan oleh Reza Rahadian, muncul di permulaan film dengan fantastis. Wajah Habibie tua dapat dibuat dengan keajaiban prostetik, seakan Habibie hidup kembali dalam wujud Reza. Totalitasnya itu diimbangi dengan akting yang memukau. Namun sayang, wajah muda Habibie tidak bisa diimbangi oleh Reza Rahadian. Wajah Habibie terlihat lebih tua dibanding teman-teman SMA-nya yang diperankan oleh aktor muda. Jika Ainun digantikan oleh aktor yang lebih muda, lalu kenapa Habibie tidak demikian?

Menurut penulis, setting yang diciptakan sutradara sudah sangat bagus. Dengan memperhatikan hampir keseluruhan furnitur, bangunan, maupun kostum pemain menyesuaikan dengan gaya di tahun awal-awal kemerdekaan. Karakter para tokoh bisa diperankan dengan baik, tapi penulis belum mendapatkan inti motivasi Ainun menjadi seorang dokter. Apakah itu hanya membuktikan bahwa wanita bisa unggul dari laki-laki atau murni karena alasan kemanusiaan? Hal itu belum tergambarkan di dalam film Habibie & Ainun 3.

Ada salah satu adegan yang mengganjal di pikiran penulis. Ketika Ainun dan Ahmad berjalan di sepanjang pertokoan, tiba-tiba seorang bapak menghampiri mereka. Mengatakan kata-kata yang memotivasi Ainun. Adegan tersebut terasa tidak penting dan terlihat janggal. Terlepas dari hal tersebut, film ini sangat bagus untuk ditonton oleh kalangan remaja karena memacu semangat muda untuk lebih giat dalam belajar dan meraih cita-cita. Pun bagi orang tua, film Habibie & Ainun mengajarkan bagaimana memotivasi dan mendidik seorang anak. Satu kata untuk film ini, inspiratif.

Selamat menonton!

Berita Lainnya

NO COMMENTS

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here