Beranda Berita

Isu Konflik Kepentingan di Perguruan Tinggi

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah dalam seminar pemberantasan korupsi dan perluasan integritas melalui pencegahan dan pengendalian konflik kepentingan di Convention Hall Unand, Selasa (26/9/2017). (Foto: Novia Ratna Dewita)

gentaandalas.com– Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyebut isu konflik kepentingan merupakan salah satu inti tindak pidana korupsi. Hal tersebut dilihat dari dua sisi yaitu kewenangan pejabat publik dan kepercayaan yang diberikan kepada pejabat publik.

“Dalam hal tersebut, ada kewenangan untuk menerbitkan kebijakan, mendapat fasilitas, serta melakukan sesuatu atas nama negara dan atas nama otoritas rakyat,” katanya saat seminar pemberantasan korupsi dan perluasan integritas melalui pencegahan dan pengendalian konflik kepentingan di Convention Hall Unand, Selasa (26/9/2017).

Baca: Unand Tandatangani Nota Kesepahaman dan Bangun Pusat Studi Anti Korupsi

Di perguruan tinggi, isu kepentingan bisa terjadi. Pihak-pihak akademisi cenderung lebih menonjolkan kepentingan pribadi dalam berpendapat. Sehingga objektivitas akademis pun dipertanyakan. “Padahal yang bisa menjaga objektivitas akademis ialah perguruan tinggi bersangkutan,” katanya

Di sisi lain, kata Febri, ada kepentingan pribadi, kelompok, serta kolega lain yang berkaitan dengan konflik kepentingan sehingga terjerat tindak pidana korupsi. Dalam konteks tersebut, konflik muncul ketika seseorang menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi.

Febri juga menyebut konflik kepentingan bersumber dari penggunaan dan pemilikan aset, penerimaan gratifikasi, penerimaan honor yang tidak jelas, serta rangkap jabatan. Hal itu menurut Febri harus diperhatikan dan diberikan aturan teknis yang jelas.

Reporter : Rizka Desri Yusfita

Editor      : Endrik Ahmad Iqbal

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here