Beranda Berita

Ismail – Randi, Nakhoda BEM KM Unand 2019

Penyerahan bendera BEM KM Unand oleh Faizil Putra kepada Ismail dan Randi, selaku Presma dan Wapresma KM Unand 2019. (Foto: BEM KM Unand).

gentaandalas.com- Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi 2015, Ismail Zainuddin, dan mahasiswa Fakultas Peternakan 2015, Randi, resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (BEM KM Unand) 2019 dalam Sidang Umum KM Unand yang dilaksanakan di Ruang Seminar PKM Unand lantai 1 pada 14 Desember hingga 16 Desember lalu.

Pelantikan pasangan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unand 2019 ini otomatis mengakhiri Kabinet Akselerasi Padu BEM KM Unand 2018 di bawah kepemimpinan pasangan Faizil Putra dan Teguh Tegas Kata.

Selaku presiden mahasiswa yang resmi dilantik, Ismail mengungkapkan, hal ini bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan. Namun harus dilaksanakan, sebab ini  merupakan amanah. Pada kepengurusannya, ia ingin melakukan terobosan baru berupa harmonisasi hubungan antara BEM dan UKM serta pembuatan media kreatif berupa pembuatan web terpadu.

Ismail berharap, pihaknya  dapat menjalankan kepengurusan sesuai dengan fungsi BEM itu sendiri, yaitu pengabdian, pelayanan, dan pergerakan, serta menjalin hubungan yang harmonis antar semua KM Unand, termasuk untuk polemik antara tigo fakultas nan sabaris agar bisa lebih merangkul dan  menjalin hubungan yang baik.

“Saya berharap BEM ini bisa sesuai dengan fungsinya, yaitu pengabdian, pelayanan dan juga pergerakan untuk mengawasi pemilihan presiden dan pemilihan rektor,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Presiden BEM KM Unand 2018, Faizil Putra, memberi komentar mengenai pasangan Ismail dan Randi. Menurutnya, Ismail merupakan sosok yang bersemangat, punya loyalitas dan totalitas, serta melankolis. Sementara itu, Randi memiliki karakter koleris.

“Untuk menghadapi tahun politik, kita butuh sosok pemimpin yang tegas dan kerja nyata, karena tahun politik itu keras. Karakter keras pun juga kita butuhkan sekarang. Karakter yang mereka miliki masing-masing saling melengkapi dan diharapkan dapat mendobrak pergerakan KM Unand,” tutur Faizil.

Faizil mengharapkan agar pasangan Ismail dan Randi lebih merapikan barisannya untuk menghadapi tahun politik, sehingga dapat membuat strategi-strategi jitu dalam pengawalan isu pemilihan presiden, pemilihan legislatif, maupun pemilihan rektor yang akan diadakan 2019 mendatang. Selanjutnya, ada peningkatan pengabdian masyarakat dan perbaikan kaderisasi, serta pelayanan berupa perbaikan sistem beasiswa dari kita untuk kita yang sudah dicanangkan oleh kepengurusan sebelumnya.

Kemudian, Ismail-Randi diharapkan dapat melanjutkan hal-hal yang masih belum tercapai dalam kepengurusan sebelumnya, seperti pengawalan eksekusi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di kota Padang dan masalah Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di kota Padang.

Menurut Faizil, perlu adanya strategi untuk menghadapi masalah ini. Pada kepengurusannya, Faizil sudah melakukan audiensi dengan DPRD Sumatera Barat, dan kabarnya akan dilakukan penggarapan naskah akademik terkait masalah LGBT dengan berlandaskan Falsafah Adat Minangkabau ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’. Namun, sampai sekarang realisasinya masih belum jelas.

“Harapannya, gerakan yang dilakukan harus lebih banyak dari gerakan yang sudah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya. Semoga narasi yang mereka sampaikan pada saat kampanye dapat terlaksanakan dengan baik dalam kepengurusan ini,” tuturnya.

Reporter : Fajar Suci dan Nisa Ulfikriah

Editor : Nurul Pratiwi

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here