Beranda Berita

Indonesia ‘Juara’ Impor Gandum Dunia

Irfan Suliansyah saat menyampaikan materi dalam rangka Seminar dan Lokakarya Nasional V di Hotel Kyriad Bumi Minang, Senin (16/9/2019). (Foto : Vivi Oktaviani)

gentaandalas.com- Indonesia dinobatkan sebagai negara pengimpor gandum nomor 1 di dunia. Berdasarkan data statistik, mulanya pada tahun 2001 Indonesia hanya mengimpor sekitar empat juta ton, akan tetapi angka ini melejit pada tahun 2018 mencapai 12 juta ton. Hal ini disampaikan oleh Irfan Suliansyah selaku keynote speaker dalam Seminar Perhimpunan Agroteknologi / Agroteknologi Indonesia (PAGI) di Kyriad Hotel Bumi Minang, Senin (16/9/2019).

“Awalnya beberapa tahun sempat  bersaing dengan Mesir dalam hal impor gandum. Namun pada tahun 2018 Indonesia malah jadi ‘juara’ impor gandum,” katanya.

Irfan menyebutkan, begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh Indonesia.  Pertama, gandum bukan merupakan tanaman asli Indonesia sehingga pengembangannya masih sangat sulit. Sebagian besar masyarakat belum banyak mengenal cara pengembangan gandum dan pengolahan gandum. Hal ini menyebabkan gandum sulit bersaing dengan tanaman yang tumbuh di dataran rendah. Selanjutnya, belum adanya alat bantu yang pas untuk bertanam gandum juga menjadi tantangan dalam budidaya gandum. Selain itu, penggunaan gandum sebagai makanan pengganti nasi juga masih terbatas.

“Masih susah mengubah mindset petani soal pangan utama, seperti beras dan jagung. Selain itu, kekhawatiran masyarakat sangat tinggi akan pasar gandum jika dibudidayakan,” tutur Peneliti Gandum asal Universitas Andalas ini.

Irfan menuturkan, ada beberapa hal yang mendukung dalam pencapaian pengembangan tanaman gandum, yaitu penetapan area tanam yang tepat, penggunaan varietas unggul,  penerapan teknologi pascapanen, adanya industri perbenihan, dan pengenalan desa industri melalui kampung gandum.

Irfan berharap, pemerintah juga harus bisa membantu adanya jaminan bagi pasar gandum, sehingga masyarakat juga bersemangat dalam membudidayakan gandum.

Senada dengan itu, Dosen Agroteknologi Universitas Papua Suhartini mengatakan, sosialisasi kepada masyarakat juga berperan penting dalam pengembangan gandum Indonesia.

Reporter : Vivi Oktaviani

Editor : Nurul Pratiwi

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here