Beranda Gentainment Karya Calon Anggota

Impian Capai Swasembada Tak Terwujud, Penelitian Sangat Dibutuhkan

Darda Efendi, Irfan Suliansyah, Budi Setyawan, dan Glen Pardede saat mencatat pertanyaan dari peserta seminar di Hotel Kyriad Bumi Minang, Senin (16/9/2019). (Foto : Vivi Oktaviani)

gentaandalas.com- Impian dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencapai swasembada pada beberapa komoditi pertanian, seperti swasembada jagung dan bawang putih tahun 2017 tidak terlaksana. Hal ini senantiasa menjadi koreksi bagi beberapa pihak yang mendukung program pemerintah untuk mencapai impian Kementan tersebut.

Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian (FP) Universitas Andalas (Unand) mengadakan seminar nasional tahunan membahas tantangan kesiapan swasembada pangan dalam Industri 4.0 tahun 2045.  Ketua Panitia Irfan Suliasyah mengatakan kegiatan ini juga sebagai ajang diskusi bagi pakar teknologi di bidang pertanian, agar target Kementan dapat tercapai.

“Jika tidak serius dalam menyiapkan teknologinya, apa bisa kita mencapai lumbung pangan 2045,” kata Irfan di Hotel Kyriad Bumi Minang Padang, Senin (16/9/2019).

Diskusi ini menghadirkan Darda Efendi (Pusat Penelitian dan Pengembangan/Puslitbang Hortikultura Institut Pertanian Bogor), Irfan Suliansyah (Unand), Budi Setyawan (PT Citra Nusantara Mandiri Solok), Glen Pardede (PT East-West Seed Indonesia) sebagai narasumber.

BACA JUGA:  Aksi Lanjutan Aliansi BEM Sumbar, Gubernur Tandatangani Tuntutan Mahasiswa

Glen Pardede mengatakan, kondisi pertanian Indonesia saat ini 40 persen petani Indonesia masih dalam keadaan miskin sehingga bertani tidak menjadi profesi yang menarik.

Kemudian menurut Darda Efendi, dalam penerapan teknologi industri 4.0 di bidang pertanian terdapat batasan berupa data analisis mengenai suatu tanaman.

“Penelitian mengenai analisis tanaman sebenarnya sangat penting, sebagai sumber data dalam penerapan teknologi pertanian. Namun, penelitian seperti ini jarang dilakukan sehingga untuk meneliti dan mewujudkan impian seperti itu sulit diwujudkan,” kata Darda.

Untuk mencapai swasembada, lanjut Darda, Puslitbang Hortikultura akan terus berinovasi dan bersinergi dalam menciptakan pencapaian swasembada pangan di Indonesia. Perbenihan menjadi satu mata rantai penting dalam lumbung pangan dunia, oleh karena itu perguruan tinggi dengan research perbenihannya diharapkan akan terus berinovasi.

BACA JUGA:  Program Magister Epidemiologi Unand, Satu-satunya di Pulau Sumatera

Dosen Universitas Papua Suhartini mengungkapkan diskusi ini sangat bermanfaat, terlebih mengenai wawasan tanaman Indonesia bagian barat yang beragam. Berbeda dengan Indonesia Timur, hanya banyak tanaman umbi-umbian dan sagu.

“Saya tertarik karena gandum dapat menjadi pemutus hama penyakit dalam pertanamannya,” ungkap Sutiharni.

Sedangkan peserta seminar lainnya, Chika Sumbari mengeluhkan registrasi yang kurang efektif. Registrasi hanya satu jalur, hingga membuat antrian panjang. Menurut Chika, sebaiknya dari institusi hanya diwakilkan kepada satu orang saja.

Reporter : Efi Fadhillah dan Rahmadina Firdaus

Editor : Nurul Pratiwi

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here