Beranda Berita

Imam Ike Sentosa, Wirausaha Sukses Jagung F1 Aina Payakumbuh

Mahasiswa dan dosen melakukan foto bersama Imam Ike Santosa, Jumat (13/10/2017) di Convention Hall Unand

gentaandalas.com–  Jagung F1 Aina merupakan sebuah produk usaha yang bergerak dibidang kuliner. Usaha tersebut dirintis oleh pria asal Payakumbuh, Imam Eka Santosa. Melihat kesuksesan Imam, UPT Kewirausahaan Universitas Andalas (Unand) mengadakan Kuliah Kewirausahaan di Convention Hall Unand, Jumat (13/10/2017).

Pria tamatan Sekolah Teknik Menengah (STM) ini pernah menjalani kehidupan yang berbanding terbalik dengan apa yang ia dapatkan saat ini. Berawal dari berjualan jagung manis di Pasar Aur Bukittinggi,  kini Imam telah memiliki toko dan cabang dari usahanya tersebut seperti di Solok, Bukittinggi, dan Dharmasraya. Tidak hanya jagung manis, namun juga tersedia 34 macam produk yang dihasilkan dari jagung.

“Modal awal saya sebesar Rp 1.500.000 dan itu merupakan pinjaman dari ibu jorong,” ujarnya. Imam juga menyebut uang tersebut ia putar untuk membeli lahan dan tanaman jagung. Bagi Imam, keyakinan adalah modal utama agar usahanya tetap berjalan.

Selain itu, Imam menuturkan bahwa Jagung F1 Aina bisa sukses karena ia selalu membuat impian-impian yang ingin dicapai. Tidak hanya berhenti disetiap impian tersebut, ia juga memasang niat untuk mengubah kehidupannya. “Selain impian dan niat, saya ingin membuat sebuah usaha yang berbeda dengan orang lain,” tutur Imam.

Ia juga mengatakan setiap usaha yang ingin kita lakukan, haruslah dilandasi dengan keyakinan serta fokus dan percaya bahwa usaha itu akan berhasil. “Anda tergantung dengan siapa Anda bergaul dan buku apa yang Anda baca,” ucapnya.

Reporter : Azalia Mutiara Fitri dan Suci Addina Islamy

Editor       : Ulfa Sevia Azni

2 KOMENTAR

  1. Saya sangat menyarankan setiap kuliah umum kewirausahaan ini direkam live strreamingnya dan diupload di website ini agar mahasiswa yang ada jadwal mata kuliah pada waktu yang bersamaan dengan acara ini dan tentunya mereka tidak bisa hadir, juga dapat melihatnya. Yang direkam bukan komentar reporter tapi apa saja yang disampaikan narasumber. Terima kasih

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here