Beranda Berita

Hindari Golput, KPU Kota Padang Buka Layanan Pindah Lokasi Memilih

Beberapa mahasiswa yang sedang mengurus pindah lokasi pemilihan di Gedung PKM Unand Lantai 2, Jum’at (8/3/2019). (Foto: Nadya Satya Dilova)

gentaandalas.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang membuka stan layanan pindah lokasi memilih bagi mahasiswa perantau di Gedung PKM Unand Lantai 2, Jum’at (8/3/2019). Stan ini dibuka pukul 11.00 WIB sampai 17.00 WIB dan bertujuan untuk menghindari adanya golput di kalangan mahasiswa.

Staf Teknis KPU Kota Padang, Dika, mengatakan bahwa BEM KM Unand sudah mengajukan surat permintaan kepada KPU Kota Padang untuk membuka layanan pindah lokasi memilih bagi mahasiswa Unand.

“BEM Unand sudah mengajukan surat permintaan dibukanya layanan pindah lokasi memilih sejak 6 Maret lalu dan pihak KPU juga sudah melakukan sosialisasi pada 18 Februari lalu selama 3 hari. Setelah itu juga membuka layanan pindah lokasi memilih,” katanya.

Syarat untuk layanan pindah lokasi memilih yaitu hanya mengajukan fotokopi KTP dan memperlihatkan bukti telah terdaftarnya nama mahasiswa dalam bagian Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bisa dilihat dalam situs web lindungihakpilihmu.go.id.

Kemudian, Dika menjelaskan, setelah pengajuan fotokopi KTP dan bukti DPT, mahasiswa pemohon layanan pindah lokasi memilih harus menunggu hingga dipanggil oleh staf KPU dan mendapatkan hasil cetakan A5 yang nanti akan diajukan ke kelurahan Tempat Pemilihan Suara (TPS) tujuan. TPS mahasiswa pemilih yang pindah terbanyak ada di Kelurahan Cupak Tangah, Kelurahan Kapalo Koto, dan Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh.

Dika mengungkapkan, sehari ini, ada lebih kurang 150 lembar cetakan A5 yang sudah jadi dan sekitar 100 lembar formulir pemohon layanan pindah lokasi memilih belum jadi, karena tidak menunggu panggilan oleh staf KPU terlebih dahulu.

Mahasiswa S1 Intake Keperawatan Unand asal Jambi, Poppy Tia Andria, menjelaskan bahwa persyaratan yang dibawa adalah fotokopi KTP dan screenshot DPT dalam situs web kpu.go.id.

“Tiba di sana, kita mengantre terlebih dahulu, menunjukkan KTP dan screenshot DPT untuk meyakinkan bahwa kita sudah terdaftar. Setelah itu, kita mendapat formulir yang perlu diisi dan diberikan lagi kepada pihak staf KPU, sehingga kita dapat cetakan A5 yang nantinya akan diberikan ke TPS tujuan,” jelasnya.

Poppy mengaku bahwa ia mendapat TPS di Kelurahan Cupak Tangah, sekitaran daerah Pasar Baru. Ia menambahkan, setelah pengisian formulir yang diberi oleh staf KPU (dinyatakan sudah pindah dan menjadi Daftar Pemilih Pindahan (DPPh), maka wajib memberikan formulir tersebut kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) bersangkutan yang hadir saat layanan pindah memilih beserta fotokopi KTP.

Lain halnya dengan  mahasiswa jurusan Teknik Mesin angkatan 2015 asal Jakarta, Abbyyu P. Wijaksono. Ia mengaku belum mendapat cetakan A5 yang seharusnya, karena staf KPU telah menutup stan.

“Tadi sudah memberikan fotokopi KTP, tetapi pihak KPU tidak menerima karena sudah tutup,” akunya.

Selanjutnya, ia menuturkan, staf KPU menganjurkan mahasiswa yang terlambat mengurus pindah memilih untuk pergi ke KPU daerah Aia Pacah. Ia merasa sangat antusias dengan adanya layanan pindah lokasi memilih ini, karena mempermudah mahasiswa perantau untuk menghindari golput dalam pemilu yang akan datang.

Reporter : Nadya Satya Dilova

Editor : Nurul Pratiwi

Baca Juga yang Menarik Lainnya!

3 KOMENTAR

  1. Pemindahan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena menghindari potensi golput dari kalangan mahasiswa. Satu suara menentukan kejayaan bangsa di masa depan. Ayo memilih, jangan golput. Hidup mahasiswa.!

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here