Beranda Aspirasi Refleksi Peringatan Hari Pahlawan

Refleksi Peringatan Hari Pahlawan

Illustrasi : Mishthafiyatillah

10 November 2017 merupakan Hari Pahlawan Nasional yang setiap tahunnya kita peringati. 72 tahun sudah usia dari hari pahlawan yang kita peringati, namun apa tujuan kita memperingatinya? Apakah karena perjuangan anak bangsa untuk negara ini? Atau karena jasa mereka terhadap bangsa ini? Atau karena kita menghargai dari segala upaya yang mereka perbuat untuk bangsa ini?

Pada dasarnya semua itu benar. Namun pada kondisi hari ini dalam mengisi hari pahlawan nasional, tentu sudah menjadi tanggung jawab kita untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan kita dalam membangun bangsa dan negara ini, dalam melakukan perjuangan untuk perubahan.

Definisi dari sebuah perjuangan bukanlah sebuah hasil yang dicapai, tetapi kebermanfaatan dalam mengubah sebuah peradaban dalam tata kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara. Seorang pejuang tidak pernah gentar dalam tindakan apalagi takut dalam perubahan. Seorang pejuang tak pernah lelah dalam tujuan dan cita-cita, apalagi lemah dalam kekuatan. Seorang pejuang harus punya integritas dalam diri, fikiran yang progresif dalam strategi, dan tindakan yang kreatif dalam kehidupan, karena seorang pejuang harus cerdas dalam segala aspek baik itu untuk pemikiran maupun untuk pergerakan dalam perubahan.

72 tahun silam hasil dari perjuangan anak-anak bangsa adalah dideklarasikannya sebuah hal yang sakral dan tercatat dalam sebuah sejarah bangsa yang besar ini, yaitu proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kembali mengingat sebuah kisah perjuangan bangsa yang mampu mengusir penjajah dari negeri tercinta ini dengan semangat patriotisme dan semangat nasionalisme, sehingga hari ini mampu kita nikmati hasilnya.

Berkaca dari hal itu, jika kita perhatikan yang berperan besar adalah para generasi muda seperti ketika tragedi 1908, yaitu berdirinya Organisasi Bung Tomo yang dikomandai oleh semangat pemuda dalam berjuang. Tahun 1928 lahir sumpah pemuda yang mengisyaratkan kepada kita tentang nilai patriotisme dan nasionalisme terhadap bangsa dan negara ini. Kemudian hari bersejarah 17 Agustus 1945, diproklamasikannya kemerdekaan kita yang diawali oleh perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda, sehingga akhirnya golongan muda mendesak agar kemerdekaan diproklamasikan.

Pasca itu konflik belum selesai, maka terjadi kisah Tritura dan Ampera pada tahun 1966. Peristiwa tersebut tercatat dalam sejarah tentang perjuangan Arif Rahman Hakim seorang pemuda yang kita kenal sebagai seorang mahasiswa yang tertembak. Beliau kita kenang sebagai pahlawan dalam generasi muda karena keberanian beliau dalam menyuarakan hak rakyat dan menuntut keadilan. Kemudian tragedi 1998, terjadi perubahan gejolak pemerintahan yang dikomandoi oleh pemuda. Maka bertransformasi sebuah masa dalam sejarah bangsa ini yaitu dari masa orde baru ke reformasi. Sampai hari ini masih banyak tragedi yang melibatkan pemuda.

Berkaca dari itu, bahwa pemuda dan golongan tua sangat berpengaruh atas bangsa dan negara ini. Sebagai generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dalam negara, maka perlu dipertanyakan bahwa apa yang akan menjadi dasar perjuangan kita pada hari ini dalam memperingati Hari Pahlawan Nasional? Apa yang akan kita perjuangkan? Apa yang akan kita berikan untuk bangsa dan negara ini? Pertanyaan yang seharusnya kita fikirkan secara progresif dan kita lakukan dalam tindakan secara kontiniu.

Peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2017 ini seharusnya mampu membuat kita menjadi generasi muda yang tangguh dan kokoh dalam perjuangan untuk mencapai sebuah keadilan, sesuai yang diharapkan oleh berbagai kalangan baik itu lingkungan masyarakat tempat dimana kita hidup dan khususnya dalam lingkungan kampus Universitas Andalas.

Bagaimana tidak, melihat kondisi mahasiswa hari ini yang cenderung kurang kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar menjadi tolak ukur bagi kita semua untuk memperbaiki dan peduli terhadap kondisi yang semestinya tidak ada pada mahasiswa. Karena sejatinya sebagai seorang mahasiswa yang mengatakan kita adalah agent of change harus mampu bermanfaat dan melakukan perubahan besar di dalam segala aspek kehidupan.

Dengan moment Hari Pahlawan 10 November ini, mari kita isi dengan hal yang bermanfaat terutama untuk lingkungan masyarakat kita serta lingkungan dimana kita menjalani kehidupan sesuai dengan bidang ilmu yang kita miliki dan skill yang kita punya. Karena sejatinya manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar.

Penulis : Ardisoma (Mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengtahuan Alam Universitas Andalas)

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here