Beranda Berita

Fokus, Kunci dalam Suksesnya Salat

Muhammad Ali menjelaskan cara mencapai khusyuk dalam Salat, Minggu(13/5/2018). (Foto: Metria Indeswara)

gentaandalas.com- “Muslim dapat diibaratkan satu bangunan, jika satu diantaranya sakit maka akan dirasakan pula oleh muslim lainnya,” kata Muhammad Ali sebagai pemateri dalam Seminar dan Terapi Sholat Khusyuk yang dilaksanakan oleh Forum Studi Islam Fakultas Peternakan di Masjid Nurul Ilmi Universitas Andalas (Unand), Minggu (12/5/2015).

Kunci seorang muslim adalah salat, kata Ali. Ia juga menjelaskan terdapat beberapa jenis salat dalam Alquran salah satunya salat dalam keadaan munafik, yaitu orang yang salat dalam keadaan berdiri namun dengan perasaan malas sebagaimana diriwayatkan dalam Al Quran urah An-nisa ayat 142.

“Dalam salat, terdapat orang yang celaka, yaitu orang-orang sewaktu salat tetapi pikirannya antara ada dan tiada sehingga pikirannya melayang,” ujarnya.

Ali mengatakan dalam pelaksanaan salat seorang muslim harus khusyuk dan mengharap ridha Allah dan memohon ampun kepada-Nya sebagaimana yang di riwayatkan dalam Al quran surah Al ma’un ayat 4-5 serta Al Baqarah ayat 45-46.

Seseorang yang khusyuk salatnya kata Ali, dapat dilakukan dengan menundukkan anggota badan, merendahkan suara dan penglihatan dengan niat mengharap ridha Allah.

“Sebelum pelaksanaan salat, tenangkan diri dan tidak memikirkan hal lain terlebih urusan dunia sehingga pikiran dapat tertuju kepada Allah,” kata Ali.

Belajar dari Imam Ghazali, kata Ali, untuk mencapai tingkat khusyuk dalam salat, harus dengan konsentrasi kemudian memahami bacaan salat, mengagungkan Allah, Haibah (dihadiri perasaan takut), Rajal (dengan penuh pengharapan), serta Haya yaitu sikap malu terhadap Allah.

Salah seorang peserta dari Fakultas Peternakan Ari Ramadhan Muslim yang mengikuti kegiatan ini merasa sangat beruntung mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga merasa ilmu yang diperoleh sangat berguna terlebih untuk persiapan ramadhan tahun ini sehingga dalam pelaksanaan salat nantinya dapat lebih khusyuk lagi.

“Menurut saya acara ini sangat jarang dilakukan di Unand, jadi saya sangat tertarik dalam acara ini terlebih dalam pengevaluasi diri saya sendiri,” katanya.

Dalam acara ini juga dilaksanakan terapi salat khusyuk yang langsung dipandu oleh ustadz Ali, yang diikuti oleh seluruh peserta termasuk anak yatim dari Rumah Yatim Varisha.

Reporter : Metria Indeswara

Editor: Pitnia Ayu Saputri

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here