Beranda Berita Liputan

Fintech, Solusi Pinjaman Dana Berbasis IT

 

Ketua OJK Sumatera Barat Misran Pasaribu (paling kiri) saat menyampaikan materi dalam seminar Impactalk di Perpustakaan Unand Lantai 5 pada Jumat (7/2/2020) (foto: Rahmadina Firdaus)

gentaandalas.com– Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan yang cukup baik, yakni mencapai 38,03 persen dari target minimun 35 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen.

“Indonesia mampu melampaui target dalam literasi keuangan, meski demikian ternyata Sumbar masih di bawah rata-rata, yakni 34,55 persen,” kata Misran Pasaribu, Ketua OJK Sumbar dalam seminar Impact di Perpustakaan Unand lantai 5, Jumat (7/2/2020).

Dari 60 juta UMKM hanya ada kurang lebih 16 juta rekening kredit UMKM. Itu artinya masih dibutuhkan kurang lebih dana100 miliar rupiah untuk memenuhi kebutuhan UMKM yang belum terbantu.

Dengan beberapa pertimbangan tersebut, OJK akhirnya mengeluarkan POJK-77/PIJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Peminjaman inilah yang disebut dengan Financial Technology Landing atau Fintech Landing.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kemampuan Dokter Gigi dengan Lecron XII

Fintech Landing merupakan layanan jasa keuangan berbasis teknologi informasi yang menghubungkan penerima dan pemberi pinjaman. Jasa keuangannya mencakup jasa pembayaran, pendanaan, perbankan, pasar modal, perusahaan, dan jasa pendukung lainnya. Bentuknya hampir-hampir mirip dengan bank, namun sebenarnya berbeda.

Secara sederhana ia menjelaskan “Fintech memudahkan, karena kita tidak perlu ke bank untuk melakukan transaksi, cukup dengan HP.”

Fintech dapat memberikan peminjaman maksimal 2 miliar per peminjam dengan syarat dan ketentuan Fintech tempat ia bertransaksi. “Hal ini dibatasi sebagai mitigasi risiko yang disesuaikan dengan skala bisnis yang dibiayai. Jika lebih dari itu bisa jadi bodong dan kalaupun ada Fintech berizin dari OJK yang melakukan hal tersebut maka laporkan ke OJK,” kata Misran.

BACA JUGA:  Indonesia Darurat Perpecahan, Gatot : Satukan Perbedaan

Untuk mengenali Fintech bodong, Misran memberikan beberapa tips berikut. Sebelum melakukan peminjaman daring, pastikan Fintech tersebut sudah terdaftar di OJK. Pastikan meminjam di Fintech yg terdaftar di OJK.

“Untuk men-check bisa dengan membuka web OJK. Pada Januari sudah ada lebih dari 165 Fintech yg mendaftar. Jika tidak sempat bisa menghubungi 157,” jelasnya.

Selain itu, peminjaman yang muluk-muluk atau memberikan persyaratan yang sangat mudah seperti hanya dengan membalas Whatsapp atau SMS maka patut dicurigai. Banyak juga yang mencantumkan nama OJK pada webnya, jadi lakukan recheck dengan membuka web OJK. Jelilah melihat nama Fintech karena banyak yang melakukan pembajakan atau peniruan dengan Fintech legal.

Reporter: Rahmadina Firdaus dan Efi Fadhillah
Editor: Linda Susanti

Berita Lainnya

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here