Beranda Berita

Fast Track, Program Singkat Melanjutkan Studi

Wakil Dekan 1, Faterna, Unand, Mirzah saat diwawancarai tim Genta andalas di ruangannya, Rabu (12/9/2018).

gentaandalas.com- Sebanyak 18 orang mahasiswa Fakultas Peternakan (Faterna), Universitas Andalas (Unand), telah lulus program Fast track 2018. Fast track ini merupakan program untuk mempercepat studi bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan Strata 1 (S1) untuk bisa lanjut ke Strata 2 (S2).

Wakil Dekan 1 (WD1) Faterna, Mirzah, mengatakan progran ini sudah ada semenjak tahun 2014, namun baru diterapkan pada tahun ini. Lebih dari 30 mahasiswa mendaftar dalam program ini. “Sebenarnya ada sekitar 18 orang yang lulus Fast track, karena adanya kendala dengan biaya 1 orang mahasiswa mengundurkan diri,” ujarnya Rabu, (12/9/2018).

Mirzah juga mengatakan bahwa bagi mahasiswa yang ingin mengikuti Fast track ini,  harus ada rekomendasi dari dosen pembimbing, disamping syarat-syarat lainnya yang harus dipenuhi. Kemudian jika mereka dinyatakan lulus pada tahap administrasi, maka akan diadakan wawancara.

Lanjutnya, aturan mengenai Fast track ini terdapat pada peraturan akademik fakultas, melalui rekomendasi dari dosen pembimbing dan telah menyelesaikan seluruh program studi S1 merupakan calon yang bisa diajukan untuk mengikuti Fast track.

Kata Mirzah, dengan diterapkan program Fast track pada tahun ini, bisa mempertahankan akreditasi A pada S1 dan S2. Terlebih ini juga akan menjadi penilaian untuk persiapan akreditasi AUN-QA.

BACA JUGA:  Close House, Kandang Ayam Tertutup dengan Teknologi Canggih

“Untuk sistem perkuliahan hampir sama dengan mahasiswa S2, namun yang membedakannya adalah perkuliahan untuk mahasiswa Fast track ini dikhususkan, yang mana mahasiswa Fast track dikelompokkan menjadi satu kelompok dan juga untuk S2 reguler juga dikelompokkan secara khusus,” ujarnya.

Adrian Fernando, salah satu mahasiswa Fast track mengatakan bahwa Fast track adalah program unik dari suatu kebijakan fakultas, yang menguntungkan mahasiswa S1 untuk melanjutkan studi S2 dengan jadwal kuliah yang beriringan. “Padahal belum diwisuda S1, namun sudah bisa melanjutkan kuliah S2,” ujarnya.

Nando, sapaan mahasiswa Fast track dari kampus II Unand  ini, juga mengatakan telah lulus administrasi dan melaksanakan penelitian, sehingga tidak memakan waktu. Kata Nando, Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa Fast track di semester 1 dan 2 jenjang S2 diambil dari UKT di semester 7 dan 8 jenjang S1. “Karena saya mendapatkan program Bidikmisi jadi tidak begitu memikirkan UKT semester 1 dan 2, tapi untuk semester 3 dan 4 nanti jika ada beasiswa yang disarankan dekanat agar mengikutinya untuk mengurangi beban UKT tersebut,” tambah Nando.

BACA JUGA:  Close House, Kandang Ayam Tertutup dengan Teknologi Canggih

Nando juga mengatakan kendala yang dihadapinya adalah terasa sulit dalam melakukan perpindahan Kartu Rencana Studi (KRS) dari Payakumbuh ke Padang. “Padahal kuliah telah berlangsung pada minggu kedua dan saya belum mendapatkan kelas di jenjang S1,” ungkapnya.

Rahmat Gusri yang juga mahasiswa Fast track mengungkapkan bahwa, syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti Fast track ini meliputi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3.25 dan telah mencapai Sistem Kredit Semester (SKS) sebanyak 130.

“Di semester 7 tidak mengikuti mata kuliah lagi, kecuali bahasa Inggris. Sebelum dinyatakan lulus kita harus wawancara dengan pihak pimpinan fakultas dan telah memiliki dosbing untuk skripsi,” kata Rahmat saat dihubungi melalui Whatsapp.

Selain itu, Rahmat juga mengatakan sistem pelaksanaan mahasiswa Fast track sama dengan sistem mahasiswa S1 seperti proposal, semhas, farm, penelitian, dan skripsi. Namun, semua itu bersamaan dengan kuliah S2.

Reporter : Tiwi Veronika dan Nadya Satya Dilova

Editor : Juni Fitra Yenti

 

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here