Beranda Berita

Arlinda: Ekspor Tugas Bersama

 

Arlinda saat memberi materi seminar masalah strategi pengembangan ekspor nasional di Ruang Peternakan Convention Center (PCC), Jumat (11/5/2018). (Foto: Gefi Zulmiati Lannur)

gentaandalas.com- “Jika supply suatu barang rendah maka harga akan meningkat dan kondisi tersebut harus distabilkan, sehingga impor bukanlah hal yang haram jika dibutuhkan,” ujar Arlinda selaku Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional saat mengisi acara seminar nasional dan Agriculture Leader Club di Peternakan Convention Center (PCC), Jumat (11/05/2018).

Arlinda mengatakan jika Kementerian Perdagangan mendapatkan tiga mandat langsung dari Presiden Jokowi yaitu menjaga stabilisasi harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok, melakukan revitalisasi pasar serta meningkatkan ekspor dan menjaga neraca perdagangan.

Meningkatkan ekspor dan menjaga neraca perdagangan kata Arlinda sebenarnya tidak hanya tugas dari Kementerian Perdagangan saja, tetapi melibatkan seluruh kementerian, karena ekspor menyangkut beberapa elemen di dalamnya.

Terdapat beberapa strategi yang akan dilakukan oleh Kementerian Perdagangan terkait peningkatan ekspor non migas tahun 2018, salah satunya yaitu penguatan infrastruktur perdagangan seperti mendorong produk ekspor Indonesia menjadi bagian dari global value, penerapan digitalisasi sistem serta informasi promosi ekspor.

Selain itu, Arlinda mengatakan ada beberapa strategi untuk mewujudkan ekspor berkelanjutan yaitu dengan cara pengembangan ekspor di pasar non tradisional dan mendorong peningkatan ekspor bernilai tinggi. Pemanfaatan skema imbal dagang dan keberterimaan sertifikat mutu serta pengamanan perdagangan juga dapat mengakibatkan ekspor berkelanjutan.

Strategi lain juga dapat dilakukan dengan pengembangan fasilitas perdagangan yang akan meningkatkan akses pasar melalui Preferential Trade Agreement (PTA)- Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA)- Free Trade Agreement (FTA). Peningkatan akses ini dapat dilakukan dengan mempercepat ratifikasi sejumlah perjanjian FTA dan mengadakan perundingan perdagangan internasional.

Terkait ekspor Indonesia, Arlinda mengatakan pasar utamanya yaitu Cina, Malaysia, Filiphina, Thailand, Korea Selatan, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya.

“Produk utama ekspor Indonesia yaitu sawit dan turunannya, kendaraan bermotor dan bagiannya, perhiasan/permata, pakaian jadi/rajutan, bahan bakar mineral, karet dan turunannya, mesin dan peralatan mekanik, alas kaki dan kayu,” tutur Arlinda.

Seminar ini dihadiri oleh banyak mahasiswa salah satunya seorang mahasiswa Proteksi Tanaman Ilham Saputra Nusi. Ilham mengatakan ia sangat terkesan dengan seminar tersebut karena dapat membuka cakrawala mengenai ekspor Indonesia.

Ilham berharap agar kegiatan seperti ini dapat rutin dilakukan sehingga mahasiswa sebagai agen of chance mampu berpikir kritis dan mampu memberi sebuah solusi dari sebuah permasalahan negara sehingga keharmonisan gerak seluruh elemen akan terwujud.

Reporter: Gefi Zulmiati Lannur

Editor: Pitnia Ayu Saputri

 

 

 

 

 

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here