Beranda Aspirasi

Dua Puluh Tahun Reformasi : Kilas Balik dan Refleksi

Dok.pribadi

*Oleh : Metria Indeswara

Dua puluh tahun sudah Indonesia memasuki era reformasi sejak tahun 1998. Dalam kurun waktu yang cukup lama ini sejumlah perubahaan telah banyak dialami oleh bangsa Indonesia, salah satu contoh sudah tiga kali pergantian presiden di Indonesia, dan telah banyak pergerakan yang menebar secara luas di negara ini, baik dalam kalangan politik, sosial dan budaya.

Masih jelas diingatan kita dengan kejadian tahun 1998 silam, dimana perjuangan mahasiswa Indonesia dalam menegakkan keadilan. Sejumlah demonstrasi datang dari kalangan mahasiswa untuk menolak kepemimpinan Presiden Soeharto menandakan dimulainya gerakan reformasi di masa itu.

Di tahun yang sama demostrasi berubah menjadi tragedi 12 Mei 1998 yang diakibatkan oleh tindakan represif dari pihak keamanan dalam menangani demonstrasi mahasiswa tersebut di kampus Universitas Trisakti.

Tanggal 13 sampai 15 Mei 1998 seakan menjadi saksi terjadinya Tragedi Trisakti yang mengalihkan perhatian mahasiswa dalam memperjuangkan mundurnya kepemimpinan Soeharto sebagai penguasa orde baru.
Dikutip dari buku Mahasiwa dalam Pusaran Reformasi 1998 tentang Kisah yang Tak Terungkap (2016) kelompok dari berbagai kalangan mahasiswa menyatukan gerakan, diantaranya dua kelompok mahasiswa Universitas Indonesia yaitu senat mahasiswa UI dan keluarga besar UI. Kemudian mahasiswa ini melebur dengan mahasiswa lain untuk mengepung DPR/MPR. Dalam forum ini juga tergabung KAMMI, HMI, PMII dan forum kota.

Dalam situasi tersebut, Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) berhasil menjadi kelompok pertama yang masuk ke dalam gedung DPR/MPR sekitar pukul 11.30 WIB. Sekitar 50 orang dari berbagai kampus yang tergabung dalam perwakilan mahasiswa FKSMJ berhasil masuk ke dalam komplek parlemen.

Melihat kondisi tersebut, maka timbul keinginan dari kelompok mahasiswa lain untuk masuk dengan melakukan beberapa negosiasi untuk masuk ke dalam, sekitar pukul 13.00 WIB mahasiswa yang berada di luar pun dapat masuk bersamaan dengan FKSMJ.

Berhasilnya mahasiswa dalam menduduki Gedung DPR/MPR oleh gabungan seluruh mahasiswa Indonesia pada saat ini menjadi titik sejarah pentingnya reformasi. Tidak sampai disitu, pada keadaan yang sama mahasiswa mendesak agar Soeharto mundur dari jabatannya, karena dinilai selama pemerintahannya membuat rakyat tertindas.

Gerakan mahasiswa ini dianggap paling efektif menjatuhkan Soeharto ketika organisasi massa sudah di bawah kendali pemerintah.

Seperti yang dikutip dari laman Tempo.co, menurut alumnus Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Wilson mengatakan kekuasaan Soeharto semakin melemah ketika sudah menandatangani perjanjian bantuan dana dari IMF. Faktor tersebut mengakibatkan Seoharto tidak berani mengambil langkah represif untuk meredam gerakan massa.

Perempuan Dalam Bayangan Reformasi
Hal yang paling diingat pada era tersebut adalah derajat perempuan yang tidak ada nilainya, seolah perempuan menjadi bahan olokan dan dipandang sebelah mata. Tubuh perempuan seolah dijadikan area perdagangan untuk pelepasan hawa seks melalui pemerkosaan yang dibarengi tindakan penganiayaan.

Dilansir dari harian Kompas tahun 2014 silam, kembali membuka ingatan kita tentang kisah pengalaman wartawan di perempatan Daan Mogot yang terjadi pada sore hari, Mereka adalah dua orang perempuan yang ditarik setengah paksa keluar dari mobil sedan yang berjalan pelan. Keduanya ditarik ke arah jembatan Grogol kemudian ditelanjangi lalu diperkosa. Tidak satupun saksi yang menolong karena takut akan dihantam dan dipukul. Pemerkosaan yang dibarengi ini memang sudah banyak terjadi saat itu, tidak hanya itu perlakuan yang dibarengi dengan penganiayaan seakan menjadi pemandangan sehari–hari, baik yang di lakukan di dalam rumah maupun dalam bangunan, bahkan bukan hanya dilakukan oleh satu orang tapi beberapa orang.

20 Tahun Reformasi : Saatnya Indonesia Bangkit
Kita memang tidak dapat melupakan begitu saja cerita di tahun 1998 terutama bagi banyak pihak yang telah berjuang bahkan jauh sebelum peristiwa itu terjadi. Perjuangan yang sangat di titik beratkan kepada pengorbanan jiwa, dibunuh maupun diculik oleh rezim otoriter. Saat ini kita telah dapat merasakan manisnya perjuangan di era reformasi sehingga kita telah dapat manisnya perjuangan.

Tapi nyatanya, perjuangan ini tidak hanya seolah – olah terjadi pada tahun 1998 saja, namun dibangun sepanjang perlawanan Orde Baru. Perjuangan tersebut datang dari berbagai pihak, tidak hanya mahasiswa, terdapat juga para buruh, petani nelayan sampai kaum miskin di kota.

Kalau bicara soal perjuangan pasti tidak akan ada ujungnya, sepanjang bangsa ini berdiri sepanjang itu juga perjuangan akan tetap ada, masa orde lama menuju orde baru sampai masa reformasi hari ini kita tidak pernah lepas dari perjuangan, hanya saja porsi yang berbeda. Di tahun 1998 bisa saja mahasiswa bergejolak menurunkan presiden Soeharto untuk mundur, namun di masa sekarang kita lagi- lagi menghadapi bangsa yang krisis dalam berbagai bidang, mulai dari impor yang semakin hari semakin banyak terjadi, korupsi dimana- mana, terorisme dan merebaknya penggunaan narkoba.

Selaku mahasiswa kita hendaknya sadar akan peran sebagai agen of change, tonggak pemerintahan berada di tangan pemuda, mungkin tidak sekarang, tapi bagaimana sepuluh atau 20 tahun lagi, nasib Indonesia berada di tangan kita, jika pemudanya hancur, pasti akan memberikan pengaruh yang besar bagi bangsa Indonesia.

Kita bangsa yang kaya, namun masyarakat Indonesia belum menikmati kekayaan itu sendiri, kita disebut bangsa yang melimpah dengan hasil bumi, namun kebutuhan ekonomi, baik pangan maupun sandang masih bergantung pada negara lain, sebagai pemuda maupun mahasiswa seharusnya kita sadar dengan peran kita, berdiam diri menikmati gadget dan menghabiskan waktu dengan tidak akan berguna akan memberikan dampak yang tidak baik bagi keberlangsungan Indonesia, seharusnya dari tangan pemuda sebuah bangsa akan dipandang baik citranya.

*Penulis Merupakan Mahasiswa Fakultas Peternakan Angkatan 2015

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here