Beranda Berita

Diskusi Publik dalam rangka HUT UKM PHP ke 15

Pemateri diskusi publik di ruang seminar PKM Unand, , Rabu (29/08/18).

gentaandalas.com- Direvisinya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada tahun 2016 yang menyebabkan pro dan Kontra dalam menyampaikan kritikan terhadap kebijakan pemerintah, sehingga menimbulkan berbagai perspektif dalam masyarakat menjadi latar belakang diskusi publik yang dilaksanakan UKM Pengenalan Hukum dan Politik (PHP).

Diskusi bertema “Apa Kabar Kebebasan Berpendapat di Indonesia Hari Ini” dibuka dengan pemotongan kue dalam rangka hari ulang tahun PHP ke-15 yang dilaksanakan di gedung seminar PKM, Rabu (29/08/18).

Aulia Rizal selaku pemateri memaparkan bahwa kebebasan berpendapat tidak dapat berdiri tunggal, sehingga tidak bisa dipisah dengan kebebasan berpikir yang merupakan bagian dari HAM.   “UU ITE adalah senjata paling ampuh untuk menghancurkan kebebasan berpendapat. Sering kali kritik dianggap perbuatan kriminal dan dikaitkan dengan pencemaran nama baik, SARA, fitnah dan lainnya,” katanya.

Disisi lain M. Nurul Fajri mengatakan UU ITE awalnya disahkan pada tahun 2008 dan lebih digunakan dalam perspektif bisnis. “Perlu diketahui, eksistensi UU ITE mulai terlihat ketika penggunaan sosial media itu meningkat saat  internet sudah masif digunakan dalam akun media sosial,”  ujarnya

Hukum saat ini, kata Fajri, dinilai sebagai senjata untuk melumpuhkan dan membungkam suara-suara kritis. Masyarakat seringkali takut terancam dan berfikir jika mengeluarkan pendapat tentang sesuatu akan terjerat hukum. Seolah-olah tidak bisa jujur dalam menyampaikan pendapat.

“Kebebasan itu sejatinya adalah setiap orang bisa menyatakan isi pikirannya secara jujur tanpa takut dihukum. Budaya bisu perlu dilawan, karena bagaimanapun kebebasan berpendapat itu adalah senjata,” ujar Fajri.

Salah satu peserta diskusi publik Nisa Amerta mengaku cukup tertarik dengan diskusi ini. “Diskusi ini memberi pemahaman tinggi bagi saya. Pemikiran mahasiswa itu tidak bisa dikotak-kotakkan. Dalam diskusi ini kami juga di beri tahu cara yang baik dalam berpendapat,” ujarnya.

Reporter: Rahma Eria Nelsa dan Yudellia Wira Permata

Editor: Endrik Ahmad Iqbal

Baca Juga yang Menarik Lainnya!

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here