Beranda Berita Liputan

Destrinita : Verifikasi bukan Jaminan Lolos Bidikmisi 2019

Kasubag Kesejahteraan Mahasiswa dan Alumni Unand Destrinita. (Foto: Gifra Sentia)

gentaandalas.com- Kendati telah lolos tahap verifikasi,  sebanyak 1.673 Mahasiswa angkatan 2019 yang dinyatakan menerima  bidikmisi dapat dibatalkan statusnya tergantung hasil verifikasi  dan survey lapangan yang dilakukan oleh tim surveyor. Hingga saat ini sudah ditemukan mahasiswa yang dibatalkan statusnya karena tidak lolos uji kelayakan penerima bidikmisi. Hal ini disampaikan oleh Destrinita selaku Kasubag Kemahasiswaan Unand saat diwawancarai oleh kru Genta Andalas, Sabtu (26/10/2019)

“Survey akan terus berjalan,  mahasiswa yang lolos tahap ini masih bisa menerima uang Bidikmisi untuk semester pertama, jika ke depannya ditemukan mahasiswa bermasalah maka statusnya terancam dibatalkan dan tak dapat menerima bidikmisi di semester selanjutnya,” kata Destrinita.

BACA JUGA:  Upaya Mitigasi Bencana dengan Penanaman 1000 Pohon Cemara

Survey lapangan gencar dilakukan melihat beberapa kasus Bidikmisi beberapa tahun ke belakang.  Destrinita mengaku bahwa masih ditemukan mahasiswa penerima Bidikmisi berasal dari keluarga PNS golongan empat, terhitung telah ada empat mahasiswa yang tidak layak Bidikmisi tahun kemarin dan dibatalkan statusnya.

“Survey di luar kota Padang juga memungkinkan untuk dilakukan, bagi mereka yang tidak memiliki KIP (Kartu Indonesia Pintar), jika sudah memiliki kami tidak akan survey,” jelas Destrinita.

BACA JUGA:  Tingkatkan Silaturrahmi, Kemahasiswaan Unand Adakan Jogging Bersama

Tahun ini, jumlah penerima bidikmisi meningkat dari tahun kemarin, Proses pendaftarannya pun sedikit berbeda yaitu tak adanya pembagian kloter pendaftaran bidikmisi  yang membedakan mahasiswa jalur SNMPTN, SBMPTN ataupun SMMPTN. Verifikasi dilakukan bersamaan menunggu data dari seluruh penerima Bidikmisi, hal ini  juga yang melatarbelakangi terlambatnya pencairan dana bidikmisi yang baru cair awal Oktober lalu.

“Pendaftaran Bidikmisi kedepannya tak akan menggunakan sistem gelombang, yang ada hanya pendaftaran bidikmisi pengganti,” tutur Destrinita.

Reporter : Geliz Luh Titisari dan Efi Fadhillah

Editor : Ramadanil Fajri

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here