Beranda Berita

Demi Kemudahan Akses, FKM Unand Pindah ke Limau Manis

Seseorang sedang berjalan masuk ke dalam Gedung FKM Unand Limau Manis, Senin (25/3/2019). (Foto : Anjasman Situmorang)

gentaandalas.com- Kemudahan akses bagi civitas akademika menjadi alasan pindahnya Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unand ke Limau Manis. Wakil Dekan I FKM, Azrimaidaliza, mengungkapkan, pemindahan ini dilakukan agar dosen  juga lebih mudah bekerja sama dengan dosen dari fakultas lainnya.

“Dosen juga lebih mudah, bisa kerja sama dengan dosen dari fakultas lainnya,” kata Azrimaidaliza di FKM Unand Limau Manis, Senin (25/3/2019).

Lebih lanjut, Azrimaidaliza menjelaskan, selain permasalahan akses, fasilitas laboratorium yang terbatas juga menjadi kendala dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa di Jati. Jika dibandingkan dengan kampus Limau Manis, laboratorium yang tersedia sangat membantu, ditambah lagi FKM yang akan melaksanakan re-akreditasi.

Meskipun sudah pindah ke Limau Manis, Azrimaudaliza mengatakan, FKM masih tetap menggunakan fasilitas laboratorium yang ada di Jati, sebab prodi Ilmu Gizi membutuhkan laboratorium kuliner dan komputer. Laboratorium tersebut belum ada di kampus Limau Manis.

Sebenarnya, sejak dua tahun terakhir, mahasiswa FKM sudah mulai kuliah di kampus Limau Manis. Empat semester pertama mereka menggunakan gedung kuliah bersama. Kemudian, pada semester selanjutnya masa perkuliahan dilanjutkan di Jati.

“Semester ganjil 2019 ini kita usahakan semua mahasiswa kuliah di sini (Limau Manis),” tutur Azrimaudaliza.

FKM Gunakan Gedung Dekanat Farmasi Lama

Semenjak resmi pindah pada Januari 2019, FKM masih menggunakan Gedung Dekanat Farmasi lama. Akhir tahun 2018 lalu, pihak FKM sudah mencari peluang gedung di kampus Limau Manis yang dapat digunakan sebagai dekanat.

FKM yang berdiri sejak tahun 2012 ini sudah memiliki lahan untuk pembangunan gedung fakultas. Namun, sampai sekarang belum ada kejelasannya. Menanggapi hal ini, Azrimaudaliza menduga dana menjadi kendalanya.

“Sepertinya dana agak sulit dari Unand, sehingga kita mencari dana bantuan dari luar negeri atau institusi lain,” ujar Azrimaudaliza.

Reporter : Anjasman Situmorang

Editor : Nurul Pratiwi

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here