Beranda Aspirasi

Dampak Virus Corona Terhadap Kemerosotan Ekonomi Indonesia

Genta Andalas/Geliz Luh Titisari.

Oleh : Hafiz Al-Ma’Arij*

Pada tahun 2019 lalu pihak pemerintah China mengidentifikasikan virus yang dinamakan Covid-19 (Corona Virus Disease), negara yang ada di belahan dunia mulai mempersiapkan antisipasi virus corona tersebut. Hal yang serupa dilakukan oleh pihak pemerintah Indonesia memikirkan bagaimana cara mengantisipasi virus corona masuk ke dalam negara Indonesia.

Tidak lama kemudian kasus corona bermunculan di negara Indonesia, dan tanpa sadar negara mulai kebingungan menghadapi kasus ini. Setelah virus corona menimpa Indonesia, pemerintah mulai membuat sebuah kebijakan terkait pengendalian virus tersebut, seperti kebijakan terkait adanya lockdown (isolasi diri), meliburkan seluruh kegiatan, dan sebagainya.

Upaya penanganan visus Corona di Indonesia saat ini tidak terstruktur dan terlihat panik. Kondisi ini bisa kita lihat dari simpang siurnya informasi, penanganan pasien dan suspect yang tidak terukur dan terarah sampai penanganan masyarakat yang tidak teratasi. Pemerintah saat ini menerapkan sistem ‘work from home‘ atau bekerja dari rumah. Sistem ini mengharuskan seluruh siswa untuk belajar dirumah, mahasiswa menggunakan sistem kuliah daring dan bekerja di rumah bagi pekerja selam 14 hari.

Penerapan kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona dengan membatasi aktivitas banyak orang di publik. Namun kenyataan yang dialami sekarang kebijakan yang dibuat tidak sesuai yang diharapkan bagi sebagian banyak orang memanfaatkan kondisi tersebut untuk pergi liburan dan juga dari sudut pandang politik menjadikan peristiwa ini sebagai panggung politik.

Tanpa kita sadari dengan kasus virus corona yang telah menyebarluas berdampak pada sistem ekonomi dan pasar di negara yang ada di dunia. Tidak terkecuali dengan negara Indonesia yang merasakan dampaknya. Sistem ekonomi kian lama kian menurun seperti dengan penurunan yang signifikan kurs mata uang Rupiah (IDR) terhadap nilai Dollar Amerika Serikat (USD). Menurut data yang dihimpun per tanggal 23 Maret 2020, nilai tukar mata uang USD ke IDR sebesar 16.393.442, nilai tukar rupiah tersebut merupakan sebuah nilai yang terbesar dalam dua tahun terakhir ini.

Kita juga tidak perlu memungkiri bahwa pihak pemerintah negara Indonesia sudah merancang bagaimana pengendalian terhadap virus corona. Namun dalam pengendaliannya negara Indonesia masih banyak kekurangan, seperti kurangnya penanganan cepat dan kebijakan yang cenderung lambat dibuat oleh pihak pemerintah. Sehingga setelah tersebarnya virus corona baru pemerintah mempersiapkan segala hal untuk memperbaikinya.

Dalam laporan negara Indonesia sudah mewanti-wanti dengan memberi anggaran 72 Miliar terhadap influencer agar pariwisata di negara Indonesia agar tidak merosot tajam. Peristiwa tersebut memberikan banyak hal negatif yang perlu dicatat pemerintah karena, tidak selalu kebijakan yang dibuat sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat. Indonesia bisa dikatakan memberi kelonggaran terhadap sistem keamanan dengan memberikan sebuah keterbukaan terhadap sektor pariwisata. Negara Indonesia belum memikirkan hal buruk untuk ke depannya, seperti jatuhnya nilai mata uang Indonesia dikarenakan banyak penekanan anggaran biaya.

Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam, mineral baik darat maupun laut yang melimpah tentu memiliki senteran berbeda dari setiap negara-negara sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan ekonomi. Sebagai negara yang diprediksi akan mendapat bonus demografi mesti mengambil langkah srategis agar tidak terjadinya kemerosotan ekonomi yang terus-menerus.

Negara Indonesia cenderung lamban terhadap pengeluaran kebijakan, seperti sebelumnya terjadi penjelasan oleh Presiden Joko Widodo terkait pengurangan ekspor masker dan hand sanitizer. Seharusnya pemerintah memberikan kebijakan tersebut jauh sebelum virus corona bermunculan di negara Indonesia sehingga negara dapat mengantisipasi kasus tersebut. Pembuatan kebijakan secara sekaligus membuat suatu sistem menjadi terganggu dikarenakan tidak terjalankan dengan rapi suatu struktur pemerintahan.

Pemerintah tidak sepenuhnya salah dalam hal ini, karena setiap negara merasakan penurunan terhadap sistem ekonomi. Negara yang ada di dunia mulai memikirkan bagaimana penanganan terhadap virus corona dan kestabilan ekonomi. Kita mengharapkan negara Indonesia dapat menyelesaikan segala permasalahan yang ada.

Saat ini kita sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, kita sedang melawan virus corona dan juga mencegah kemerosotan sistem ekonomi. Ekonomi merupakan sebuah tiang dalam negara, jikalau ekonomi runtuh maka rakyat akan melarat. Langkah yang harus diambil oleh pemerintah adalah kecepatan dan ketepatan dalam mengambil sebuah keputusan sehingga masyarakat dan nyawa rakyat Indonesia tidak melayang banyak, serta menjaga stabilitas harga dan kebutuhan masyarakat.

Kita sama-sama harus juga mematuhi segala keputusan yang dibuat oleh pemerintah, karena jika kita ingin menang dalam melawan virus corona, kita harus mendukung satu sama lain. Masyarakat dan negara harus ada saling kerjasama secara baik, rakyat yang merupakan ujung tombak dari sebuah negara harus mengerti bagaimana keadaan ekonomi sekarang, dan tetap harus berpikir positif dan optimis bahwa wabah penyakit ini akan hilang.

*Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik angkatan 2018
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas

Berita Lainnya

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here