Beranda Aneka Ragam

Buku Surat dan Sang Bibliografer Misterius

Judul               : The Magic Library: Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

Terjemahan      : Bibbi Bokkens Magische Bibliothek

Penulis             : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup

Penerbit           : Mizan, Bandung

Cetakan           : 2018 (Edisi Ketiga)

Tebal               : 284 hlm; 20,5 cm

ISBN               : 978-979-433-924-4

Resensiator      : Sukma Hayati

Editor              : Nurul Pratiwi

 

Jostein Gaarder terkenal dengan karyanya yang kerap mengangkat kisah dunia filsafat, salah satunya adalah novel Dunia Sophie yang berhasil melambungkan namanya di kalangan novelis. Kali ini, Gaarder kembali bersama rekannya, Klausa Hagerup, menulis sebuah kisah mengenai perpustakaan ajaib yang mana temanya tidak jauh berbeda dengan Dunia Sophie.

Novel “The Magic Library: Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken” ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama menceritakan tentang buku surat dan bagian kedua menceritakan tentang perpustakaan. Kisah novel ini dimulai dari tulisan-tulisan surat sepasang adik-kakak sepupu, Berit Boyum dan Nils Boyum Torgersen.

Berit dan Nils tinggal di kota yang berbeda, mereka memilih menggunakan buku surat untuk saling berkomunikasi. Mereka sudah sepakat bahwa tak ada satupun orang yang boleh membaca buku surat tersebut, kecuali mereka berdua. Namun, ternyata ada seorang perempuan misterius  bernama Bibbi Bokken dan komplotannya mengincar buku surat tersebut, hingga akhirnya satu persatu kebenaran terungkap, dengan bermain detektif-dektetifan mereka menemukan sebuah rahasia yang melibatkan diri mereka.

Kehadiran Bibbi Bokken membuat Berit dan Nils berusaha mencari tahu mengenai kehidupan wanita misterius ini. Walaupun berbeda kota, mereka dengan antusias memecahkan kasus yang melibatkan diri mereka. Berit yang bertempat tinggal tidak jauh dari Bibbi Bokken di Fjaerland, memiliki tugas yang lebih berat karena harus berhadapan langsung dengan wanita misterius tersebut. Sementara itu, Nils yang tinggal di Oslo dimata-matai oleh beberapa orang suruhan Bibbi Bokken. Semakin lama menyelidiki Bibbi Bokken, semakin menarik Berit dan Nils mengetahui fakta bahwa Bibbi Bokken adalah seorang bibliografer dan mempunyai sebuah perpustakaan ajaib.

BACA JUGA:  Cowboy Fair, Kegiatan Tahunan Himapet Unand

Kejadian aneh yang dilalui Nils kembali ia ceritakan pada Berit lewat buku surat tersebut, begitupun dengan Berit yang menceritakan kejadian aneh yang ia lalui di Fjaerland. Tidak berbeda dengan Nils, Berit juga memberanikan dirinya untuk masuk ke rumah kuning Bibbi Bokken. Ada hal aneh yang ditemukan Berit, yaitu tak ada satu pun buku di sana. Padahal, setiap hari ia melihat Bibbi Bokken mendapat kiriman pos berisi buku-buku tebal.

Gaarder berhasil membuat pembaca betah karena bahasa yang ringan dan ide briliannya, walaupun cerita yang disajikan sedikit membosankan. Kemunculan peran antagonis pun terdengar sedikit “bocah” dan tidak menarik. Dalam novel juga diceritakan bahwa pemeran utama akhirnya berhasil menemukan perpustakaan ajaib itu, namun perpustakaan ajaib Bibbi Bokken itu tidak terlalu terekspos di dalamnya, terkesan hanya sebagai batu loncatan untuk scene berikutnya.

Walaupun sedikit membosankan di bagian awal, novel ini menyajikan keadaan terkini mengenai persaingan antara buku dan film. Harus kita akui, bahwa sebagian dari kita lebih memilih menonton film daripada membaca buku. Tentunya, menonton film lebih simpel dan lebih mudah. Mungkin pemikiran seperti inilah yang membuat minat baca kita berkurang pada saat sekarang ini. Gaarder dan rekannya menyampaikan keprihatinan mereka dengan sangat indah di sini.

BACA JUGA:  Arif LIDA Semarakkan Festival Budaya dan Alek Seni Minangkabau 2019

Pada novel ini, Gaarder juga meramu banyak hal dalam aspek misteri, pengetahuan, dan pertualangan. Melalui novel ini, Gaarder ingin menyampaikan bahwa apapun yang kita tulis, sebenarnya bisa menjadi buku. Buku tersebut harus diapresiasi, layaknya buku-buku yang telah terbit.

Selama mengikuti pertualangan Berit dan Nils, banyak wawasan mengenai perbukuan yang dapat disimak pembaca. Misalnya, tentang klasifikasi Dewey yang sering digunakan untuk menandai buku-buku di perpustakaan. Seperti kode 080 untuk  koleksi umum dan kode-kode lainnya untuk buku-buku pengetahuan.

Membaca novel ini memberikan kesan tersendiri bagi pembaca yang merupakan pecinta buku-buku berkisahkan tentang filsafat. Selain itu, juga ada istilah kepustakaan yang diperjelas di dalamnya, seperti istilah bibliografer dan incunabula. Banyak istilah-istilah dan ilmu perpustakaan yang dapat diambil dari kisah Berit dan Nils untuk menemukan Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken ini.

Novel ini sangat direkomendasikan untuk para pemula yang tidak ingin ribet dan pusing dengan kisah-kisah mengenai filsafat dan perpustakaan. Secangkir teh, sepotong roti tawar, dan  quotes pada novel  ini rasanya pas untuk mengisi kekosongan saat liburan.

“Siapa yang bisa menemukan buku yang tepat, akan berada di tengah-tengah teman yang baik.”

Selamat membaca!

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here