Beranda Berita

Beri Kuliah Umum, Sri Mulyani Jelaskan tentang Perekonomian Indonesia

Pemaparan terkait perekonomian Indonesia oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam kuliah umum di Convention Hall Unand, Jumat (08/02/2018). (Foto : Pitnia Ayu Saputri).

gentaandalas.com- Saat perekonomian global melesu, komoditas harga menurun, perdagangan Internasional atau perdagangan global melemah dan hal itu dapat menekan kinerja ekspor Indonesia. Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kuliah umum di Convention Hall Unand, Jumat (08/2/2018).

Pada masa yang akan datang dunia akan dihadapkan pada banyak opportunity sehingga dapat  memunculkan  kesempatan baru, namun juga menciptakan banyak perusahaan yang tidak bisa mengelola dan menyesuaikannya.

“Hal ini akan memaksa mereka untuk tutup atau kontraksi.  Situasi ini  harus terus menerus kita monitori dan waspadai, karena akan mempengaruhi perekonomian Indonesia,” ujar Sri.

Dibandingkan dari negara-negara lain, kata Sri, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama sepuluh tahun terakhir, apalagi setelah krisis dunia masih bertahan di atas 5 %. Ini juga didukung oleh banyaknya Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki oleh Indonesia.

BACA JUGA:  Mahasiswa yang Tidak Terdaftar Lokasi KKN Diminta Segera Melapor

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini menyebutkan, hal itu dilihat dari pertumbuhan penduduk Indonesia yang masih tinggi dan  kinerja ekonomi Indonesia termasuk yang terbaik di dunia.

Akan tetapi, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi juga harus adil dan rata. Tanpa pemerataan dan keadilan, nantinya  akan menimbulkan petaka bagi pertumbuhan ekonomi di masa mendatang. Tak hanya pemerintah, seluruh elemen juga harus berpartisipasi, pertumbuhan ekonomi  harus inklusif, artinya seluruh masyarakat mampu berpartisipasi dan ikut menikmati hasilnya.

BACA JUGA:  Destrinita: Pemblokiran Bidikmisi Dibuka Selasa Mendatang

Di sisi lain, tantangan dunia pendidikan yang dihadapi oleh Indonesia bukanlah pada anggarannya, melainkan agar kualitas pendidikan semakin membaik. “Tahun ini pemerintah akan membelanjakan 444 triliun rupiah untuk pendidikan. Namun, tantangannya adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan  menghasilkan manusia yang baik,” katanya.

Salah satu mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Tiardi Agus Rinaldo Prayoga  mengatakan bahwa kuliah umum ini dapat menginformasikan tentang perkembangan ekonomi Indonesia.

“Kuliah umum ini dapat mengedukasi saya dan mengetahui tentang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Tidak hanya dari pemerintah, kita juga harus berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi tersebut,” ujarnya.

Reporter : Yashirli Mulyadi
Editor     : Rafikha Novita Sari

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here