(Genta Andalas/Geliz Luh Titisari)

Padang, gentaandalas.com- Kericuhan yang terjadi saat pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI ) hari ini di Universitas Andalas (Unand) menimbulkan kekecewaan tersendiri bagi panitia. Pasalnya panitia menilai narasi yang beredar dimedia tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan dan dianggap terkesan menjatuhkan nama baik Unand.

Ketua Pelaksana Munas Iqshan Guciano Z menjelaskan yang menjadi akar masalah kericuhan ini yaitu terdapat sekitar 13 mahasiswa yang datang mengikuti Munas tidak memenuhi syarat administrasi yang ditetapkan oleh panitia. Kemudian, pembatalan pendaftaran telah dikonfirmasi melalui pesan beberapa hari sebelum dilaksanakannya Munas.

Namun dengan alasan solidaritas yang tinggi, delegasi lain merasa bahwa peserta yang tidak memenuhi syarat masih dianggap berhak mengikuti Munas dikarenakan sudah mengorbankan waktu dan tenaga menempuh jarak yang cukup jauh untuk datang ke Padang. Panitia menolak untuk menerima alasan yang dirasa kurang rasional, karena ketentuan dan administrasi merupakan syarat yang vital dan tidak bisa diganggu gugat.

“Kita bekerja sesuai SOP dan sistem yang ada, memasukkan peserta yang tidak memenuhi syarat termasuk melanggar ketentuan yang telah kami buat sendiri dan menurunkan profesionalitas panitia karena bekerja secara tidak konsisten. Sekali pun seluruh delegasi BEM SI dan Korpus (Koordinator Pusat) yang menyetujui, jika alasannya tidak rasional maka kita tetap tidak bisa terima, ketentuan itu sudah harga mati,” jelas Iqshan di Auditorium Unand, Selasa (30/3/2021).

Terkait penelantaran delegasi Munas, Iqshan meluruskan bahwa mahasiswa diduga hanyalah merupakan anggota BEM SI biasa yang ikut datang ke Padang dan bukan merupakan delegasi resmi.

“Beberapa peserta yang bermasalah juga telah melalui pemeriksaan administrasi oleh panitia dan dapat dibuktikan beberapa dari peserta memang bermasalah dalam pemenuhan syarat administrasi,” katanya.

Iqshan juga turut menanggapi rumor terkait penetapan secara sepihak pemilihan Unand sebagai tuan rumah Munas BEM SI XIV. Panitia mengaku mengantongi bukti yang konkrit bahwa sebelumnya telah dilakukan rapat mengenai penetapan Unand sebagai tuan rumah Munas BEM SI. Dalam surat keputusan tentang penetapan tuan rumah Munas BEM SI XIV diterangkan bahwa hasil rapat telah ditandatangani oleh Korpus dan para Koordinator Wilayah (Korwil) untuk kemudian disosialisasikan ke setiap anggota wilayah.

Ke depannya, lanjut Iqshan, panitia akan tetap konsisten dengan ketentuan yang telah dibuat dan tidak berbuat gegabah.

“Mahasiswa yang bersangkutan tidak registrasi sesuai alur yang ditetapkan, Jika mereka dibiarkan masuk begitu saja lalu apa gunanya ada alur pendaftaran?” tambah Iqshan.

Reporter : Geliz Luh Titisari dan Efi Fadhillah
Editor : Linda Susanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here