Selasa, 19 September 2017

Home » Aneka Ragam » Bahaya Konsumsi Camilan Gorengan pada Kesehatan

Bahaya Konsumsi Camilan Gorengan pada Kesehatan

Bersama: Dr. Helmizar, S.KM., M. Biomed

5 Januari 2017 - 9:41 WIB Kategori: Aneka Ragam 0 Komentar A+ / A- Dilihat: 80 Kali

15387352_1245320155529482_1599630329_o-bwMahasiswa butuh makanan saat beraktivitas di kampus. Tak ayal, untuk mengurangi rasa lapar, mahasiswa cenderung mengkonsumsi makanan ringan yang tersedia di warung-warung sekitar gedung perkuliahan. Misalnya gorengan dan camilan lainnya. Meski sekedar makanan untuk pengganjal perut, mahasiswa perlu memerhatikan efek samping terlalu sering mengkonsumsi makanan tersebut bagi kesehatan.

Memang pilihan yang sangat bagus jika membeli camilan untuk mengganjal perut, namun banyak permasalahan yang ditimbulkan. Seperti makanan olahan yang dijual di kampus. Belum tentu makanan tersebut terjamin kesehatannya. Bahkan komposisi yang digunakan juga tidak bisa dipastikan. Bisa saja ada oknum penjual yang curang dalam proses pembuatan makanan dengan menjual kembali gorengan yang tidak laku dijual untuk keesokan harinya.

Dari pernyataan tersebut menimbulkan rasa penasaran, apakah gizi seseorang bisa tercukupi dengan mengkonsumsi camilan gorengan? Apakah mengkonsumsi camilan berupa gorengan menyebabkan kegemukan bahkan obesitas? Serta apa efek samping jika mahasiswa terlalu sering mengkonsumsi camilan berupa gorengan? Lantas, bagaimana solusi untuk mahasiswa agar menjadi mahasiswa cerdas, sehat, dan memiliki gizi seimbang? (Endrik Ahmad Iqbal dan Nindika Widya Tirta)

Tidak hanya rasa enak dan nikmat yang dibutuhkkan dalam mengkonsumsi makanan. Pada umumnya, jajanan mahasiswa setidaknya mampu memenuhi 25 persen dari kebutuhan gizi sehari-hari. Dua puluh lima persen diantaranya memenuhi kebutuhan kalori, protein, vitamin dan mineral sebagai pemenuh kebutuhan tubuh. Namun, banyak mahasiswa saat ini yang beralih ke junk food. Selain dibuka selama 24 jam, makanan yang disuguhkan juga enak, mudah, dan praktis,

Dari segi penyajian makanan ringan dirasa memiliki kekhawatiran. Pasalnya, makanan yang menggunakan bungkusan tidak baik untuk dikonsumsi dan digunakan untuk penyimpanan jangka panjang. Terdapat zat pewarna, penyedap, dan bahan adiktif lainnya yang bisa membahayakan. Zat yang tidak aman tersebut diantaranya rodamin (termasuk pengawet) yaitu semacam zat adiktif yg memiliki pewarna.

Selain dari segi penyajian, kebersihan dari si penjual makanan tersebut perlu diperhatikan. Apakah terkelola dengan baik, atau malah disekitarnya terdapat banyak sampah, tumpahan kuah dan sejenisnya, yang akan mendatangkan patogen. Misalnya, seorang pedagang menjual gorengan di tempat yang tidak terawat, kuman akan hinggap pada gorengan tersebut. Lalu akan membuat si pembeli sakit perut.

Selain dilihat dari segi kebersihan tempat, kuman juga hadir pada makanan basi yang dipanaskan atau digoreng kembali. Hal tersebut bisa menyebabkan diare. Misalnya, makanan yang tidak tertutup dengan baik. Makanan tersebut mengandung banyak polutan dari udara bebas. Pilihlah jajanan yang tidak menimbulkan risiko baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu, proses pengolahan makanan juga harus diperhatikan, karena cita rasa pada makanan tersebut juga akan berpengaruh pada kesehatan. Jika Anda adalah penggemar gorengan yang telah berusia dewasa, dan sering menghabiskan waktu luang dengan bersantai dan bermalas-malasan bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Selanjutnya, dapat menimbulkan lemak ‘trans’ yang dianggap sebagai jenis lemak yang paling berbahaya bagi manusia karena menaikkan LDL (kholesterol jahat) dan menurunkan HDL (kholesterol baik). Lemak trans dianggap lebih berbahaya dari lemak jenuh karena lemak jenuh hanya menaikkan LDL namun tidak mempengaruhi HDL. Namun, lemak jenuh yang lama kelamaan menumpuk, itulah yang meyebabkan seseorang obesitas. Maka dianjurkan untuk mengkonsumsi buah dan sayur paling sedikit 11 – 14 persen dengan komposisi paling sedikit lima macam sayuran.

Saatnya lakukan perubahan untuk memulai makan makanan sehat, seperti makan sayur yang divariasikan untuk menimbulkan rasa ketertarikan. Jangan selalu mengkonsumsi camilan gorengan. Variasikan makanan jajanan setiap harinya, misalnya roti tawar dengan bakwan. Prinsipnya makanan itu bergizi, beragam, sehat, aman dan bisa mensuplai seperempat dari kebutuhan gizi.

Bahaya Konsumsi Camilan Gorengan pada Kesehatan Reviewed by on . Mahasiswa butuh makanan saat beraktivitas di kampus. Tak ayal, untuk mengurangi rasa lapar, mahasiswa cenderung mengkonsumsi makanan ringan yang tersedia di war Mahasiswa butuh makanan saat beraktivitas di kampus. Tak ayal, untuk mengurangi rasa lapar, mahasiswa cenderung mengkonsumsi makanan ringan yang tersedia di war Rating: 0

Permalink : https://wp.me/p52sAd-3ui

Tinggalkan Komentar

scroll to top