Padang, gentaandalas.com- Universitas Andalas (UNAND) resmi merencanakan pembukaan Program Studi (Prodi) Kedokteran Hewan melalui jalur mandiri pada tahun ajaran 2025/2026 sebagai langkah strategis memenuhi kebutuhan tenaga medis hewan yang mendesak. Direktur Pembelajaran dan Kurikulum UNAND, Mahdhivan Syafwan, menegaskan bahwa dari sekian banyak rencana pengembangan akademik, Kedokteran Hewan menjadi prioritas utama yang dikejar tahun ini.
“Sejumlah prodi baru lainnya masih dalam proses administratif yang cukup panjang sehingga belum bisa ditargetkan tahun ini, maka fokus utama kami saat ini adalah Kedokteran Hewan,” jelasnya saat diwawancarai oleh Genta Andalas pada Rabu (25/2/2026).
Langkah besar ini sebenarnya merupakan cita-cita lama yang telah direncanakan oleh empat kepemimpinan rektor sebelumnya, namun baru kembali diproses secara serius pada akhir 2023 oleh Tim Percepatan Pendirian Program Studi Kedokteran Hewan (PPSKH). Tim yang terdiri atas kolaborasi dosen Fakultas Kedokteran dan Fakultas Peternakan ini dibentuk untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian agar lebih komprehensif. Upaya ini juga diharapkan dapat menekan angka mahasiswa asal Sumatera Barat yang selama ini harus merantau hingga ke Universitas Syiah Kuala demi mengejar gelar dokter hewan.
Urgensi pendirian prodi ini diperkuat oleh fakta minimnya jumlah tenaga medis hewan di Indonesia yang belum sebanding dengan kebutuhan lapangan kerja. Salah satu tim PPSKH, Yulia Yellita, mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia baru memiliki 14 prodi serupa dengan jumlah lulusan tahunan yang masih sangat terbatas.
“Kebutuhan dokter hewan nasional mencapai angka lima puluh ribu orang, namun kapasitas lulusan kolektif kita saat ini bahkan belum menyentuh seribu orang per tahunnya,” ungkapnya saat diwawancarai oleh Genta Andalas pada Jum’at (27/2/2026).
Dari segi kesiapan infrastruktur, UNAND telah menyiapkan skema penggunaan laboratorium bersama yang mencakup Lab Peternakan, Lab Farmasi, hingga Lab Sentral sebagai fasilitas penunjang sementara. Meski belum memiliki gedung mandiri, pihak universitas menjamin bahwa standar operasional tetap terjaga hingga gedung laboratorium dan Rumah Sakit Hewan khusus di daerah Pondok selesai dibangun.
“Kami telah melengkapi berbagai persyaratan fasilitas mendasar, seperti rasio mikroskop dan ketersediaan alat laboratorium lainnya, guna memastikan standar pendidikan yang diberikan setara dengan kualitas pendidikan kedokteran pada umumnya,” tambah Afriani Sandra, salah satu anggota tim PPSKH, saat diwawancarai oleh Genta Andalas pada Jum’at (27/2/2026).
Secara administratif, proses pendirian ini kini tengah menunggu tahapan krusial berupa visitasi dari Perhimpunan Besar Dokter Hewan Indonesia (PBDHI) yang dijadwalkan pada 12 atau 13 Maret mendatang. Setelah mendapatkan rekomendasi tersebut, tahapan terakhir akan dilanjutkan ke Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAMPTKES). Persiapan yang matang ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan kualitas akademik sebelum mahasiswa angkatan pertama resmi diterima di lingkungan kampus.
Sebagai persiapan awal operasional, UNAND telah merekrut 10 orang tenaga pendidik ahli yang akan mengampu prodi baru ini dengan target kuota sebanyak 50 mahasiswa untuk angkatan pertama. Kehadiran prodi ini juga diprediksi akan membawa dampak positif bagi Fakultas Peternakan melalui perbaikan dan pelengkapan sarana prasarana yang dilakukan secara simultan. Dengan segala persiapan yang telah mencapai tahap akhir, UNAND optimistis dapat mencetak dokter hewan berkualitas yang mampu berkontribusi bagi kesehatan masyarakat dan hewan di masa depan.
Reporter: Tantri Pramudita dan Nabila Ramadani
Editor: Oktavia Ramadhani







