Oleh: Ulya Nur Fadillah*
Upaya pemulihan kesehatan masyarakat pasca bencana banjir terus dilakukan melalui kolaborasi mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 1 dan 6 bersama Universitas Bengkulu (UNIB). Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemenuhan gizi dengan menyalurkan bantuan sayuran segar dan tablet tambah darah kepada warga terdampak banjir di Kapalo Koto RT 02 RW 02.
Kegiatan ini menyasar sekitar 15 rumah warga yang mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi sehari-hari akibat dampak banjir. Bantuan sayuran yang disalurkan terdiri dari berbagai jenis sayuran segar yang mudah diolah serta kaya akan kandungan gizi, sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Selain bantuan pangan, pemberian tablet tambah darah juga dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah risiko anemia dan menjaga daya tahan tubuh masyarakat. Upaya ini menjadi sangat penting mengingat kondisi pasca bencana rentan terhadap penurunan kesehatan akibat keterbatasan akses pangan dan tekanan fisik maupun mental yang dialami warga.
Kegiatan pemenuhan gizi ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Warga menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan sangat membantu dalam mencukupi kebutuhan pangan keluarga di tengah kondisi sosial dan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Melalui kegiatan ini pula, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan kualitas asupan makanan serta menjaga pola konsumsi bergizi meskipun berada dalam situasi pasca bencana.
Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat. Mahasiswa KKN turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pola makan seimbang sebagai upaya menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh setelah mengalami dampak bencana alam.
Secara keseluruhan, kegiatan pemenuhan gizi melalui penyaluran sayuran segar dan tablet tambah darah ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemulihan kesehatan masyarakat Kapalo Koto. Program tersebut melengkapi rangkaian kegiatan pemulihan lainnya, seperti pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up/MCU) dan trauma healing, sehingga proses pemulihan pasca banjir dapat berlangsung secara lebih menyeluruh, terpadu, dan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek fisik, mental, dan gizi masyarakat.
* Penulis Merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Andalas







