Padang, gentaandalas.com – Hujan yang mengguyur Sumatera dalam beberapa pekan terakhir memicu banjir di sejumlah titik, termasuk jalur utama menuju Universitas Andalas (UNAND). Genangan terjadi di kawasan Pasar Baru, Kapalo Koto, hingga Simpang Pasia sejak Kamis malam (27/11/2025) akibat luapan Sungai Batang Kuranji. Banjir merendam permukiman warga serta area kos mahasiswa.
Wakil Presiden BEM KM UNAND, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa pendataan awal mencatat sekitar 30 mahasiswa terdampak. “Pada Kamis malam terhitung sekitar 30 orang, namun karena link pendataan baru disebarkan kemarin maka belum terhitung sepenuhnya,” ujarnya saat diwawancarai Genta Andalas pada Jumat (28/11/2025).
UNAND kemudian membuka posko pengungsian di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) dan Masjid Nurul Ilmi. BEM KM UNAND juga mengaktifkan kanal bantuan. Yusuf menjelaskan, “Dari BEM KM UNAND membuka link donasi, juga ada link SOS se-UNAND dengan berkolaborasi dengan BEM Fakultas untuk nantinya diberikan bantuan kepada korban bencana yang terkena banjir,”. Ia menyebut bahwa distribusi bantuan sudah berjalan. Bantuan makanan, logistik dan sebagainya dari staf maupun relawan sudah diterima dan akan disalurkan.
Relawan KSR PMI Unit UNAND, Lusia Yus Arimawati Nehe, menjelaskan kondisi posko awal di PKM yang kemudian dipindahkan. Ia mengatakan, “Sejauh ini masih aman. Hanya saja, karena ini terbilang darurat maka paginya langsung diarahkan ke posko yang ada di PKM. Setelah itu karena dirasa kurang nyaman, posko kemudian dipindahkan ke Masjid Nurul Ilmi untuk sementara waktu.” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat (28/11/2025).
Data sementara KSR PMI mencatat sekitar 200 orang mendatangi posko, meskipun tidak semuanya menginap. Lusia mengatakan, “Sesuai data yang kami dapatkan jumlah pengungsi kurang lebih 200 orang, namun itu tidak semua. Sebab ada beberapa ke posko sementara hanya untuk meminta bantuan berupa makanan. Selain itu mayoritas yang datang ke posko adalah mahasiswa, dan hanya beberapa dari masyarakat.”
Kondisi akses menuju lokasi turut memengaruhi proses evakuasi. Lusia menjelaskan situasi di lapangan. Ia mengatakan, “Air yang cukup tinggi dan lumpur membuat kendaraan kesulitan untuk menempuhnya, ini yang membuat tim kesulitan evakuasi sehingga harus menunggu air surut.” Sampai saat ini posko tetap beroperasi sembari menunggu perkembangan kondisi banjir di wilayah Pasar Baru dan kawasan sekitar kampus.
Reporter: Dila Febrianti dan Zaki Latif Bagia Rahman
Editor: Auryn Dzakirah







