• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 6 Desember 2025
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
Home Berita

Soroti Praktik Penyiksaan Aparat, Masyarakat Gelar Panggung Rakyat di Padang

oleh Redaksi
Minggu, 29 Juni 2025 | 14:46 WIB
di Berita, Liputan
0
ShareShareShareShare
Penyampaian orasi oleh Ketua LBH Padang pada panggung rakyat di depan Tugu Gempa pada Sabtu (28/06/2025) (Genta Andalas/Junivermana Yoga)

Padang, gentaandalas.com- Koalisi Masyarakat Sipil menggelar Panggung Rakyat di depan Tugu Gempa Padang pada Sabtu (28/6/2025), dalam rangka memperingati Hari Anti Penyiksaan Internasional dan menjelang Hari Bhayangkara pada 1 Juli. Aksi ini dilakukan secara kolektif.

Staf Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang sekaligus penggerak aksi, Calvin Nanda Permana, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk peringatan kepada aparat keamanan agar tidak melakukan praktik penyiksaan. Menurutnya, aksi ini juga merupakan respons atas berbagai kasus kekerasan yang diduga melibatkan aparat.

“Panggung rakyat ini bertepatan dengan momentum Hari Anti Penyiksaan Internasional dan Hari Bhayangkara. Ini berangkat dari kasus Afif Maulana di Jembatan Kuranji tahun lalu, yang diduga kuat mengandung unsur penyiksaan oleh aparat keamanan, serta beberapa kasus lainnya yang melibatkan anak-anak maupun orang dewasa,” ujar Calvin saat diwawancarai oleh Genta Andalas pada Sabtu (28/6/2025).

Lebih lanjut, Calvin menekankan pentingnya sorotan publik terhadap kasus-kasus kekerasan oleh kepolisian agar pelaku bisa mendapatkan hukuman setimpal. Ia juga menyebut tragedi Kanjuruhan sebagai pengingat akan pentingnya penegakan hukum terhadap aparat.

“Kita ingin kasus-kasus ini disorot agar tidak terjadi berulang. Pelaku di kepolisian selama ini hanya dijatuhi sanksi etik, bukan pidana ataupun pemecatan. Tragedi Kanjuruhan harus menjadi alarm bagi kita semua,” tambahnya.

Ketua Pengenalan Hukum dan Politik (PHP) Universitas Andalas (UNAND) yang turut menjadi orator, Imelda Wahyuni, menyampaikan bahwa aksi kolektif seperti ini akan berdampak luas apabila seluruh elemen masyarakat ikut bergabung. “Aksi ini akan terdengar oleh orang-orang di atas jika kita melingkar bersama, berasal dari akar rumput yang sama, dan bergerak bersama,” tuturnya Sabtu (28/6/2025).

Imelda juga berharap ke depannya masyarakat umum semakin peduli dan turut berpartisipasi, tidak hanya dari kalangan pegiat atau orang-orang yang terdampak langsung saja.

Reporter: Aprila Aurahmi dan Junivermana Yoga

Editor: Fadhilatul Husni

 

Tag: aparat penegak hukumHAMpanggung rakyatpenyiksaanpolisi

Baca Juga

Gotong Royong UNAND Percepat Pemulihan Pascabencana

Gotong Royong UNAND Percepat Pemulihan Pascabencana

Sabtu, 6 Desember 2025 | 18:15 WIB
Seminggu Usai Banjir, UNAND Masih Perkuat Layanan untuk Civitas Terdampak

Seminggu Usai Banjir, UNAND Masih Perkuat Layanan untuk Civitas Terdampak

Sabtu, 6 Desember 2025 | 17:03 WIB
UNAND Resmi Lepas Mahasiswa KKN Kebencanaan ke Dua Lokasi Terdampak

UNAND Resmi Lepas Mahasiswa KKN Kebencanaan ke Dua Lokasi Terdampak

Jumat, 5 Desember 2025 | 17:45 WIB
Aksi Telepon Gelap Intimidasi Mahasiswa UNAND

Aksi Telepon Gelap Intimidasi Mahasiswa UNAND

Senin, 1 Desember 2025 | 09:35 WIB
Pauh Usai Banjir, Fasilitas Rusak dan Upaya Pembersihan

Pauh Usai Banjir, Fasilitas Rusak dan Upaya Pembersihan

Sabtu, 29 November 2025 | 20:40 WIB
Banjir Semakin Meluas, UNAND Buka Posko Keamanan

Banjir Semakin Meluas, UNAND Buka Posko Keamanan

Sabtu, 29 November 2025 | 00:50 WIB

TERPOPULER

  • Penolakan Status Bencana Nasional yang Mengorbankan Rakyat Sumatera

    Penolakan Status Bencana Nasional yang Mengorbankan Rakyat Sumatera

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aksi Telepon Gelap Intimidasi Mahasiswa UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Raden Hamzah Sang Panglima Perang Kesultanan Jambi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketika Kebijakan Menyebabkan Bencana

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Korupsi di UNAND 3,57 Miliar, 12 Orang Tersangka Termasuk Mantan Wakil Rektor l

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

Genta Andalas © 2025

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak