• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, 30 Januari 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Privasi di Ujung Jari: Ancaman Nyata di Balik Media Sosial

oleh Redaksi
6 Mei 2025 | 10:03 WIB
Ilustrasi/ Nasywa Luthfia

Ilustrasi/ Nasywa Luthfia

ShareShareShareShare
Ilustrasi/ Nasywa Luthfiyyah

Oleh: Nasywa Luthfiyyah  Edfa

Di era digital yang berkembang pesat ini, kehidupan generasi muda Indonesia semakin erat dengan dunia maya. Keterikatan mereka pada teknologi dan media sosial menjadikan ruang privasi sebagai hal yang sering terabaikan. Aktivitas daring yang begitu intens, terutama di media sosial, telah membuka celah munculnya berbagai persoalan baru, mulai dari penyalahgunaan data pribadi, penyebaran foto tanpa izin, perundungan digital (cyberbullying), hingga gangguan kesehatan mental. Fenomena ini menjadi cermin betapa pentingnya kesadaran dan kepedulian terhadap perlindungan privasi di era digital isu yang krusial namun masih luput dari perhatian serius.

Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Twitter telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital generasi muda. Di sana mereka membangun interaksi, berbagi momen, serta membentuk identitas virtual yang sering disebut sebagai personal branding. Namun, di balik gemerlap dunia maya itu, terdapat bahaya yang kerap diabaikan yaitu keamanan privasi pribadi. Setiap informasi yang dibagikan di media sosial menyimpan risiko tersendiri. Data yang seharusnya bersifat pribadi, ketika tersebar luas, membuka peluang bagi pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk memanfaatkannya demi kepentingan pribadi atau kejahatan.

Maraknya penggunaan internet di Indonesia mendorong generasi muda untuk semakin aktif di ruang digital. Namun, meski teknologi semakin canggih, pemahaman akan pentingnya menjaga data pribadi masih tergolong rendah. Bahkan, anak-anak kini sudah terbiasa menggunakan media sosial tanpa pengawasan orang tua. Banyak pula yang menganggap membagikan informasi pribadi sebagai hal wajar, tanpa menyadari dampak jangka panjang yang bisa membahayakan mereka di masa depan.

Baca Juga  Sejarah Publik: Alternatif Karier Non Akademis

Pengabaian terhadap privasi tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada struktur sosial secara keseluruhan. Media sosial telah mengubah pola interaksi manusia, mempercepat transformasi nilai-nilai sosial, dan dalam beberapa kasus, menjadi agen pembentuk norma baru. Oleh karena itu, isu privasi bukan lagi semata persoalan teknis, melainkan bagian dari tantangan sosial yang lebih luas di era digital.

Dampak nyata dari kelalaian ini adalah penyalahgunaan informasi pribadi. Data yang dibagikan tanpa pertimbangan matang dapat digunakan untuk berbagai tujuan negatif, mulai dari penipuan, pelecehan, penyebaran hoaks, hingga manipulasi politik. Sayangnya, masih banyak generasi muda yang belum memahami bagaimana menjaga keamanan digital mereka, sehingga menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber.

Laporan IDN Media mengungkapkan bahwa 89% dari Gen Z merasa nyaman dengan kondisi media sosial saat ini, meskipun maraknya kasus doxxing—yakni pembongkaran informasi pribadi secara paksa—semakin meresahkan. Sementara itu, 11% lainnya menyatakan ketidakpuasan atas sistem perlindungan data yang dinilai belum memadai. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukkan bahwa 67,4% pengguna internet di Indonesia dengan mudah membagikan tanggal lahir mereka, dan 53,7% bahkan mencantumkan nomor telepon di akun media sosialnya. Angka-angka ini mencerminkan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya menjaga informasi pribadi.

Tidak hanya itu, ketergantungan terhadap media sosial juga membawa dampak terhadap kondisi mental generasi muda. Tekanan untuk selalu tampil sempurna, mengikuti tren, dan mendapat pengakuan sosial menimbulkan kecemasan dan stres. Mereka terjebak dalam citra ideal di dunia maya yang sering kali jauh dari realita. Ketika melihat kesuksesan orang lain di media sosial, tidak jarang muncul perasaan rendah diri, tekanan batin, bahkan krisis kepercayaan diri yang berujung pada gangguan kesehatan mental.

Baca Juga  Massa Desak DPRD Sumbar Tindak Kasus Penyiksaan oleh Aparat

Menghadapi kompleksitas masalah ini, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, serta masyarakat untuk membangun kesadaran bersama. Edukasi digital menjadi langkah awal yang sangat penting. Generasi muda perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga keamanan data pribadi mereka, memahami etika bermedia sosial, serta mengenali risiko yang mengintai di dunia maya.

Selain edukasi, penguatan kebijakan perlindungan data pribadi juga perlu diperhatikan. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi merupakan langkah progresif, namun implementasinya masih membutuhkan pengawasan dan evaluasi yang lebih ketat. Pemerintah dan pihak terkait harus memastikan bahwa setiap platform digital yang digunakan masyarakat Indonesia patuh terhadap regulasi tersebut, serta tidak sembarangan menggunakan atau membagikan data pengguna.

Privasi bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar setiap individu yang harus dijaga dan dilindungi, terutama di era digital yang semakin terbuka. Dalam konteks sosial, perlindungan privasi berperan penting dalam menjaga kehormatan dan kebebasan pribadi. Oleh karena itu, generasi muda sebagai pengguna aktif media sosial harus diberikan edukasi menyeluruh mengenai pentingnya menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan.

Masyarakat yang sadar akan pentingnya privasi akan membentuk ekosistem digital yang lebih sehat, aman, dan mendukung kesejahteraan psikologis. Kesadaran ini akan menciptakan lingkungan sosial yang lebih bijak dan bertanggung jawab, yang pada akhirnya turut mendukung pembangunan sosial Indonesia secara berkelanjutan.

Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas. 

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

Pengangguran Usia Muda di Tengah Perubahan Dunia Kerja

26 Januari 2026 | 14:12 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

PPPK Paruh Waktu dan Ketimpangan Kebijakan Pengupahan

23 Januari 2026 | 23:13 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

Ketika Warisan Leluhur Menjadi Arena Konflik

22 Januari 2026 | 20:11 WIB
Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

Ketika Negara Kecil Dihukum dan Negara Besar Kebal Hukum

7 Januari 2026 | 21:32 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Pembaruan KUHP dan KUHAP di Tengah Kontroversi

6 Januari 2026 | 14:53 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

Ketika Meme Membuat Para Pejabat Tidak Lagi DiSakralkan

31 Desember 2025 | 14:36 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa KKN Hadirkan Edukasi PHBS dan Microgreen di Nagari Ganggo Mudiak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • PPPK Paruh Waktu dan Ketimpangan Kebijakan Pengupahan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketika Warisan Leluhur Menjadi Arena Konflik

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

Genta Andalas © 2026

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak