• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, 9 Januari 2026
gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
gentaandalas.com
Home Berita

Masyarakat Nagari Koto Baru Olah Limbah Kelapa Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi

oleh Redaksi
31 Januari 2025 | 14:11 WIB
Proses Pengolahan Cocopeat dan Cocofiber

Proses Pengolahan Cocopeat dan Cocofiber

ShareShareShareShare
Proses Pengolahan Cocopeat dan Cocofiber

Padang,gentandalas.com- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) melakukan kunjungan ke pabrik Makanya Agri Utama, sebuah pabrik pengolahan Cocopeat dan Cocofiber yang berlokasi di Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Dalam kunjungan ini, mahasiswa melihat secara langsung proses produksi Cocopeat dan Cocofiber mulai dari penerimaan bahan baku hingga tahap pengiriman.

Mahasiswa didampingi oleh Ketua Operasional Pabrik Makanya Agri Utama, Danil, yang menjelaskan proses pengolahan limbah serabut kelapa menggunakan mesin Puso. Mesin ini berfungsi untuk memisahkan Cocopeat dan Cocofiber secara bersamaan. Setelah dipisahkan, Cocofiber dijemur untuk menghilangkan kadar air, kemudian dipress menggunakan mesin kempa agar lebih mudah dikemas dan dikirim.

Cocopeat memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air lebih lama dibandingkan tanah biasa, sehingga sering dimanfaatkan sebagai media tanam hidroponik serta campuran tanah dalam pertanian konvensional. Selain itu, Cocopeat juga digunakan untuk rehabilitasi lahan kering dan bahan baku pupuk organik. Sementara itu, Cocofiber memiliki banyak kegunaan dalam berbagai industri, seperti bahan pelapis jok, matras, keset, tali tambang, hingga material geotekstil untuk mencegah erosi tanah. Di sektor lingkungan, serat ini juga digunakan sebagai filter alami untuk menyerap limbah industri.

Baca Juga  Setelah Berhenti 5 Hari, Empat Koridor Bus Trans Padang Kembali Beroperasi Hari Ini

Danil mengungkapkan bahwa produksi Cocofiber sempat terhenti selama dua tahun terakhir akibat kendala dana dan minimnya permintaan pasar. Akibatnya, pabrik hanya memproduksi Cocopeat, sementara Cocofiber yang dihasilkan disimpan atau bahkan dibakar karena tidak terserap pasar.

“Karena kami hanya memproduksi Cocopeat, Cocofiber kami tabung dulu, atau ya kami bakar saja,” ujar Danil.

Pabrik yang telah berdiri sejak 2004 ini telah melakukan pengiriman produk ke berbagai daerah di Indonesia serta ekspor ke beberapa negara, seperti China dan India. Pabrik ini juga memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat, terutama ibu rumah tangga. Ketika produksi Cocofiber terhenti, dampaknya dirasakan langsung oleh para pekerja dan ekonomi masyarakat sekitar.

Danil menambahkan bahwa mulai pertengahan tahun 2025, pabrik akan kembali memproduksi Cocofiber. Saat ini, perbaikan mesin tengah dilakukan sebagai persiapan untuk produksi kembali.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UNAND Lakukan Monitoring UMKM di Nagari Labuh

“Insya Allah, pertengahan tahun ini kami akan produksi fiber lagi, ini sudah mulai perbaikan mesin lagi,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa juga melihat bentuk Cocopeat yang telah dibersihkan dan dikeringkan. Kualitas Cocopeat sangat bergantung pada proses pembersihan dan pengeringannya. Tingginya kadar garam dan air dalam serat kelapa membuat Cocopeat harus dicuci dengan benar menggunakan air mengalir.

Danil juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, mulai dari persaingan dalam mendapatkan bahan baku hingga banyaknya pabrik serupa di wilayah tersebut. Saat ini, produksi Cocopeat masih berjalan dengan baik, dengan kapasitas produksi mencapai 200 karung per hari. Jika produksi Cocofiber kembali aktif, pabrik ini diperkirakan mampu menghasilkan dua ton Cocofiber per hari.

Ke depan, Danil berharap pasar Cocopeat dan Cocofiber dapat semakin luas sehingga industri ini dapat terus berkembang dan berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi serta peningkatan lapangan kerja bagi masyarakat setempat

 

Tag: KKNlimbahOlahan
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mediasi antara pekerja, perwakilan Kerapatan Adat Nagari (KAN) dengan pihak Politeknik Negeri Padang pada Rabu (31/12/2025) (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Kebijakan Outsourcing PNP Picu Protes dan Rencana Somasi Pekerja

31 Desember 2025 | 20:34 WIB
Warga membersihkan sisa material banjir di sekitar rumah mereka di kawasan Batu Busuk, Sabtu (28/12/2025). (Sabila Hayatul Dhi’fa/Genta Andalas)

Sebulan Pascabanjir Bandang, Warga Batu Busuk Masih Berjuang Pulih

28 Desember 2025 | 15:30 WIB
Pelepasan mahasiswa KKN Reguler Periode I Tahun 2026 Universitas Andalas bersama mahasiswa KKN Kebencanaan Universitas Bengkulu di Auditorium Universitas Andalas, pada Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini dihadiri pimpinan UNAND, mahasiswa peserta KKN, serta perwakilan mitra. (Genta Andalas/ Alizah Fitri Sudira)

Kolaborasi UNAND dan UNIB dalam KKN Kebencanaan di Sumatra Barat

24 Desember 2025 | 20:58 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

DPT Minim, Partisipasi Pemira UNAND 2025 Turun Signifikan

14 Desember 2025 | 20:37 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

PKM Dilanda Bocor, Pemeliharaan Kampus Tersendat

11 Desember 2025 | 21:51 WIB
Suasana penyerahan hadiah dan sesi foto para pemenang Duta Mahasiswa Genre UNAND 2025 pada malam Grand Final di Convention Hall Universitas Andalas pada Rabu (10/12/2025) (Genta Andalas/Oktavia Ramadhani)

Duta GenRe UNAND 2025 Resmi Dinobatkan

11 Desember 2025 | 01:31 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustrasi/Tantri Pramudita)

    Pembaruan KUHP dan KUHAP di Tengah Kontroversi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kebijakan Outsourcing PNP Picu Protes dan Rencana Somasi Pekerja

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketika Negara Kecil Dihukum dan Negara Besar Kebal Hukum

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menjaga Silek di Zaman Modern

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kronologi Korupsi Alat Laboratorium yang Jerat Petinggi UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
gentaandalas.com

Genta Andalas © 2026

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak